PBNU Desak Pemerintah Konsisten dalam Penentuan Satu Syawal 1447 H

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendesak agar pemerintah konsisten dalam menentukan satu Syawal 1447 H.

Katib Syuriyah PBNU Sarmidi Husna meminta agar Kemenag tetap berpegang pada Permenag No.1/2026 dalam menetapkan akhir Ramadhan 1447 H sesuai kriteria imkanur rukyah dengan tinggi 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat

"Kami sangat berharap kepada Kementerian Agama untuk transparan dan konsisten terhadap kesepakatan MABIMS dan Peraturan Menteri Agama Nomor: 1 Tahun 2026 menjadi dasar hukum," kata Sarmidi dikutip NU Online pada Senin (16/3/2026). 

Kemudian, Sarmidi menduga ada upaya untuk memanipulasi data hisab dan mengubah kesepakatan kriteria imkanur rukyah dengan tujuan melakukan penyatuan tanggal 1 Syawal 1447 H. 

Dia merincikan setidaknya ada dua upaya untuk menyatukan satu Syawal, mulai dari ada yang berpendapat bahwa tinggi hilal di Sabang Aceh sudah +3 derajat. 

Namun, secara elongasi hilal haqiqi masih di bawah 6,4 derajat, masih di bawah kriteria hilal dapat dilihat. Sehingga, Sarmidi menilai ada upaya untuk merubah kriteria elongasi menjadi 6 derajat. 

Baca Juga

  • Prediksi BMKG soal Kapan Idulfitri 2026, Bareng Pemerintah atau Muhammadiyah?
  • Jadwal Sidang Isbat Lebaran 2026 di Indonesia, Penetapan 1 Syawal Digelar 19 Maret
  • Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1 Syawal 1446 H Serentak dengan Muhammadiyah 31 Maret 2025

Selain itu, Sarmidi mengungkap ada dugaan upaya memanipulasi data hilal di Aceh dengan mengirimkan tim dari Jawa.

"Dengan pesanan hasil dapat melihat hilal meskipun datanya tidak valid," imbuhnya. 

Sementara itu, Ketua LF PBNU KH Sirril Wafa mendesak agar regulator dapat mengedepankan sikap ihtiyath kehati-hatian dalam menentukan satu Syawal. 

Selain itu, pemerintah juga dianjurkan agar tidak gegabah dengan mengotak-atik penentuan satu Syawal sesuai dengan pihak tertentu. 

"Ingat! Gegabah dalam penentuan waktu-waktu ibadah syar'iyyah berpotensi adanya afat [potensi ketergelinciran] baik dalam bentuk ucapan maupun tindakan sebagai peringatan keras atas sikap 'tasaahul' yang dibenci oleh Syara'," pungkasnya.

Sekadar informasi, lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) merilis data hilal penentuan Idul Fitri, 1 Syawal 1447 H. 

Berdasarkan data tersebut, hilal 29 Ramadan terjadi pada Kamis (19/3/2026). Namun, meski hilal sudah di atas ufuk, tetapi belum memenuhi kriteria imkanur rukyah. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ini Bukti Transfer Pemerasan oleh Direktur Reserse Narkoba Polda NTT 
• 10 jam lalukompas.id
thumb
Komisi III DPR Desak Polri Tangkap Pelaku Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
• 6 jam lalutvrinews.com
thumb
Pertamina Pastikan Stok BBM Nasional Aman Meski Ada Antrean di SPBU
• 1 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Lewis Hamilton Bangkit Bersama Ferrari, Podium di GP China Jadi Titik Balik
• 4 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Empat Ruas Tol Fungsional Bebas Tarif, Tetap Wajib Patuhi Rambu Lalu Lintas
• 1 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.