JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali melepas ribuan pemudik dalam program mudik gratis menggunakan KRI Banda Aceh di Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (17/3/2026) pagi.
Pelepasan tersebut turut didampingi Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago.
KSAL mengatakan, program mudik gratis dengan kapal perang TNI AL merupakan kegiatan rutin tahunan yang bertujuan membantu masyarakat pulang kampung dengan aman dan nyaman saat Idul Fitri.
“Hari ini kita memberangkatkan kapal KRI Banda Aceh menuju Semarang dan ke Surabaya. Nanti juga ada arus baliknya dari Surabaya ke Semarang dan ke Jakarta," kata KSAL, dalam konferensi pers di Dermaga Kolinlamil, Selasa.
Baca juga: Asops KSAL: Negara Kita Aman karena Ada Prajurit TNI
"Jadi, tahun ke tahun akan kami tingkatkan terus," tambah dia.
Ia mengatakan, selain KRI Banda Aceh, sebelumnya TNI AL juga telah mengoperasikan KRI Semarang untuk melayani rute Jakarta menuju Bangka Belitung.
Seluruh armada tersebut juga disiapkan untuk melayani arus balik ke Jakarta.
Menurut Ali, minat masyarakat terhadap program ini terus meningkat setiap tahun.
Oleh karena itu, TNI AL berkomitmen menambahrute dan kapasitas angkutan pada masa mendatang.
Baca juga: Anwar Usman Pamit, Guru Honorer yang Jadi Ketua MK dan Kontroversi Putusan 90
“Mudah-mudahan di tahun depan kita bisa menambah rute dari arus mudik dan arus balik oleh kapal-kapal Angkatan Laut. Harapannya demikian," ungkap dia.
Dalam kesempatan yang sama, Djamari menegaskan bahwa pemerintah terus mengawal pelaksanaan mudik agar berjalan aman dan lancar.
Ia mengatakan, keterlibatan TNI beserta alat utama sistem persenjataan menjadi bagian dari upaya negara memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.
Baca juga: Anwar Usman Ucapkan Perpisahan dan Minta Maaf Saat Sidang Putusan MK
“Sejak awal kami harus memberikan kenyamanan dan keamanan buat masyarakat Indonesia yang akan pulang mudik. Kewajiban kami sebagai bagian dari pemerintahan ini, dari negara ini, untuk memberikan sesuatu yang menyamankan dan mengamankan masyarakat kita pulang kampung, mudik dalam rangka Idulfitri," kata Djamari.
Program mudik gratis ini juga melibatkan berbagai pihak, termasuk Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) yang memberikan dukungan logistik bagi para pemudik selama perjalanan.
Tercatat sekitar 1.300-1.400 penumpang diberangkatkan dalam program ini, termasuk sepeda motor milik pemudik yang turut diangkut menggunakan kapal.
Selain kapal perang, TNI AL juga menyiapkan sekitar 110 bus untuk membantu mengangkut pemudik menuju sejumlah daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




