Arus mudik Lebaran Idul Fitri di Stasiun Gambir mulai menunjukkan peningkatan signifikan. Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang dan membantu kelancaran pergerakan pemudik, sebanyak 240 porter disiagakan selama 24 jam penuh.
"Kita ada dua sif. Satu sifnya ada 120 porter, jadi total ada 240 porter yang dibagi tim merah dan tim biru," ujar salah satu porter di Stasiun Gambir, Warsito (36), kepada detikcom, Senin (16/3/2026).
Warsito menjelaskan pembagian waktu kerja porter dilakukan dengan sistem 12 jam. Sif pertama dimulai pukul 08.00 WIB hingga 20.00 WIB, kemudian dilanjutkan oleh sif berikutnya hingga pagi hari.
"Kita pembagiannya 12 jam. Tapi kerjanya nggak full terus, karena jadwal kereta kan ada jedanya, jadi kita bisa pakai buat istirahat," tambahnya.
Warsito mengungkapkan kepadatan penumpang hendak mudik di Stasiun Gambir sudah mulai terasa sejak H-7 Lebaran. Dia menyebut momen Idul Fitri adalah waktu tersibuk bagi jasa porter dibandingkan hari besar lainnya.
"Biasanya seminggu sebelum Lebaran sudah mulai ada lonjakan. Hari ini saya sendiri sudah lima kali angkut barang. Kemungkinan besok akan lebih ramai lagi karena sudah masuk masa libur kerja," katanya.
Terkait upah jasa, Warsito menjelaskan bahwa saat ini pengelolaan porter sudah lebih modern dengan adanya aplikasi E-Porter. Tarif yang dikenakan memiliki standar minimal untuk memudahkan penumpang.
"Tarif standar minimalnya itu Rp 38 ribu untuk dua barang besar. Tapi kalau barangnya lebih banyak, biasanya dikenakan dua kali lipat," jelasnya.
(jbr/jbr)





