Ngaku Cucu Menteri, Pemilik Dapur MBG Ini "Sunat" Budget Rp 10.000/Porsi Jadi Rp 6.500

kompas.com
10 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Gizi Nasional (BGN) mendapati adanya pemilik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang curang dengan memotong bujet program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Rp 10.000 per porsi menjadi Rp 6.500 per porsi.

Selain itu, pemilik yayasan yang menaungi sejumlah dapur MBG di Jawa Timur tersebut juga mengaku sebagai cucu menteri.

Temuan ini bermula saat dua kepala SPPG di bawah naungan Yayasan Bhakti Bhojana Nusantara mengejar Wakil Kepala BGN Nanik S Deyang sampai ke Blitar, Jawa Timur, pada akhir pekan lalu.

Kedua orang itu adalah Rizal Zulfikar Fikri selaku Kepala SPPG Ponorogo Kauman Somorto dan Syafi'i Misbachul Mufid selaku Kepala SPPG Ponorogo Jambon Krebet.

Baca juga: Pemilik Dapur MBG Ngaku Cucu Menteri dan Tekan Kepala SPPG hingga Nangis, Kini Di-suspend

Rizal dan Syafi'i meminta perlindungan kepada Nanik.

Sebab, selama berbulan-bulan, mereka bersama pengawas gizi, dan pengawas keuangan selalu ditekan dan diintimidasi yayasan yang menaungi mereka.

Bahkan, sang pemilik yayasan juga mengaku bahwa dirinya adalah cucu menteri.

"Yayasan yang membawahi kedua SPPG itu disinyalir juga telah merekayasa pembelian bahan pangan. Dari bujet Rp 10.000 per porsi untuk pembelian bahan pangan yang ditetapkan BGN, mereka hanya membelanjakan Rp 6.500 per porsi," tulis BGN, dalam keterangannya, Senin (16/3/2026).

Akibat pemotongan bujet porsi ini, para kepala SPPG kerap nombok, alias menutup kekurangan dari kantong pribadi, supaya menu MBG tetap terlihat pantas.

Baca juga: Anwar Usman Pamit, Guru Honorer yang Jadi Ketua MK dan Kontroversi Putusan 90

Ketika curhat kepada Nanik, dua kepala SPPG yang ditekan ini sampai menangis.

“Mau enggak mau, saya kasihan sama adik-adik siswa penerima manfaat,” ucap Syafi'i, sambil terisak.

Nanik berpendapat, perbuatan pemilik yayasan yang menaungi SPPG itu sungguh tidak manusiawi dan tidak pantas.

Apalagi, para kepala SPPG ini terus ditekan dan ditakut-takuti, bahwa mereka akan didatangi polisi atau pengacara jika tidak mengikuti kemauan yayasan yang memotong bujet MBG.

Selain itu, semua relawan dan sekolah penerima manfaat pun dimintai tanda tangan untuk mengusir kedua kepala SPPG itu.

Nanik yang marah ketika mendengar keluhan mereka langsung menugaskan Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II Brigjen TNI Albertus Dony Dewantoro untuk menginspeksi kedua dapur MBG itu secara langsung.

Nanik juga memerintahkan Brigjen Dony untuk langsung menutup dapur milik orang yang mengaku sebagai cucu menteri itu.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

“Hentikan! Kalau perlu selamanya, kalau mereka tidak menunjukkan perbaikan sikap mereka kepada kepala SPPG, pengawas gizi, dan pengawas keuangan,” tukas Nanik.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
H-5 Lebaran, Arus Kendaraan di Tol Cikupa Menuju Merak Terpantau Ramai Lancar
• 17 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Geoprima (GPSO) Matangkan Rights Issue, Bidik Konsolidasi Aset Rp700 Miliar
• 11 jam lalubisnis.com
thumb
Mengenal Fitur Dual Sensor Brake Support II, Apa Fungsinya?
• 2 jam lalumedcom.id
thumb
PTPN I Gelar Mudik Gratis untuk 600 Peserta ke Tujuan Banyuwangi hingga Jogja
• 4 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Gempa Kalimantan dan Sesar Adang yang Rawan Terlupakan 
• 24 menit lalukompas.id
Berhasil disimpan.