Geoprima (GPSO) Matangkan Rights Issue, Bidik Konsolidasi Aset Rp700 Miliar

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — PT Geoprima Solusi Tbk. (GPSO) mematangkan rencana penambahan modal dengan skema rights issue sebagai jembatan transformasi besar di bawah pengendali baru, PT PIMSF Pulogadung.

Sebagaimana diketahui, PIMSF yang merupakan bagian dari Tjokro Group resmi menjadi pengendali baru GPSO sejak akhir 2025 dengan kepemilikan 45,45%. 

Direktur Utama Geoprima Solusi, Dionysius Tjokro menjelaskan bahwa penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) dipilih untuk memperkuat struktur permodalan guna mendukung strategi konsolidasi bisnis. 

Langkah tersebut merupakan kelanjutan dari kesepakatan awal pada Januari 2026 terkait dengan rencana pengalihan sejumlah aset dan saham perusahaan afiliasi dengan total nilai transaksi mencapai Rp700 miliar.

“Akuisisi emiten pada tahap awal yang kemudian dilanjutkan dengan rencana rights issue menjadi salah satu tonggak sejarah bagi Tjokro Group untuk melakukan transformasi dan konsolidasi bisnis,” ujar Dionysius saat dihubungi Bisnis pada Senin (16/3/2026). 

Dalam catatan Bisnis, GPSO berencana mengakuisisi mayoritas saham di beberapa entitas, antara lain 75% saham PT Pulogadung Tempajaya senilai Rp385 miliar, 70% saham PT Tjokro Bersaudara Komponenindo sebesar Rp90 miliar, serta 70% saham PT Jakarta Marten Logamindo senilai Rp65 miliar.

Selain itu, perseroan juga membidik pembelian aset tanah dan bangunan pabrik di kawasan industri Jababeka serta EJIP dengan estimasi nilai Rp160 miliar. Strategi ini bertujuan mengamankan rantai pasok mekanikal dari hulu ke hilir.

“Tujuan dari konsolidasi tersebut merupakan langkah strategis yang diambil dalam rangka mengamankan ketersediaan bahan baku di antara grup usaha dan penguasaan pangsa pasar yang lebih luas,” kata Dionysius.

Terkait dengan jadwal pelaksanaan, GPSO kini tengah melakukan proses due diligence yang ditargetkan rampung pada April 2026 dan persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Juni 2026.

Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, perseroan menargetkan pelaksanaan rights issue dan penyelesaian transaksi akuisisi jumbo tersebut dapat terlaksana pada Desember 2026.

Hingga saat ini, GPSO juga masih mengkaji berbagai alternatif pendanaan pendukung lainnya, termasuk opsi pinjaman perbankan, penerbitan instrumen utang, hingga skema share swap atau inbreng saham untuk meminimalkan beban bunga perusahaan.

---

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KontraS Sampaikan Perkembangan Kondisi Terkini Andrie Yunus
• 13 jam lalukompas.tv
thumb
Gempa M 3,3 Terjadi di Blitar Jatim
• 7 jam laludetik.com
thumb
Polisi Cari Jejak Pelaku Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS dari Barang Bukti
• 17 jam lalurctiplus.com
thumb
Rismon Tantang Roy Suryo Cs Beradu Argumentasi soal Ijazah Jokowi, Tudingan Bohong Semakin Memanas!
• 12 jam laluharianfajar
thumb
Wakil Gubernur Lampung Lepas 1.616 Peserta Mudik Gratis dengan KAI
• 3 jam lalumediaapakabar.com
Berhasil disimpan.