Waktu Ideal Anak Main Gadget 1–2 Jam, Terlalu Lama Berisiko Ganggu Kesehatan Mental

kompas.com
7 jam lalu
Cover Berita

BEKASI, KOMPAS.com — Komisioner Bidang Kesehatan Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kota Bekasi, Mutiara, mengingatkan penggunaan gawai atau gadget secara berlebihan pada anak berisiko memengaruhi kesehatan mental, kemampuan bersosialisasi, hingga perkembangan psikologis mereka.

Menurut dia, pembatasan waktu penggunaan perangkat digital perlu dilakukan sejak dini agar anak tidak mengalami ketergantungan terhadap gadget.

“Waktu ideal untuk anak bermain gadget sekitar kurang lebih satu sampai dua jam. Itu cukup,” kata Mutiara saat ditemui Kompas.com di wilayah Bekasi, Senin (16/3/2026).

Baca juga: Anak Terlalu Lama Main Gadget Bisa Kehilangan Kemampuan Sosial

Mutiara menilai pembatasan waktu penggunaan gadget penting dilakukan agar anak tidak mengalami ketergantungan terhadap perangkat digital.

Ia juga menyarankan agar penggunaan gadget lebih difokuskan pada waktu akhir pekan dengan tetap disertai pengawasan dari orang tua.

“Ketika weekend kita boleh memberikan gadget tetapi dengan waktu yang dibatasi. Sementara pada weekday mereka harus fokus dengan sekolahnya dan interaksi sosialnya,” katanya.

Mutiara mengatakan anak yang belum siap secara mental berpotensi mengalami tekanan psikologis apabila terlalu aktif menggunakan media sosial.

Menurut dia, anak yang mengalami perundungan di media sosial dapat mengalami gangguan mental yang berdampak pada proses pendidikan maupun kondisi psikologis mereka.

“Ketika mereka mengalami bullying, itu akan sangat memengaruhi kesehatan mental dan pendidikannya,” ujar Mutiara.

Baca juga: Anak Bahagia Bersama Orangtua atau Main Gadget?

Dukung pembatasan medsos anak

Mutiara juga mendukung kebijakan pemerintah yang membatasi penggunaan media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun. Menurut dia, kebijakan tersebut dapat membantu orang tua dalam mengawasi aktivitas digital anak.

“Orangtua itu tidak bisa bertarung sendiri. Dengan adanya sistem yang dibuat oleh pemerintah itu amat sangat membantu,” ujar Mutiara.

Ia menilai kebijakan tersebut penting karena anak-anak saat ini cenderung lebih tertarik menggunakan ponsel dibandingkan melakukan aktivitas sosial secara langsung.

“Bisa kita lihat sendiri ketika anak-anak sedang bersantai, mereka lebih senang memegang handphone-nya,” kata dia.

Menurut Mutiara, anak di bawah usia 16 tahun umumnya belum memiliki kemampuan yang cukup untuk memilah informasi yang beredar di media sosial. Akibatnya, mereka lebih rentan terpapar berbagai konten negatif di internet.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

“Padahal mereka belum bisa memilah mana yang baik dan mana yang tidak baik,” ujarnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menteri Wihaji: Peran Keluarga Kunci Berhasilnya Aturan Perlindungan Anak di Ruang Digital
• 7 jam lalukompas.com
thumb
Polisi Telusuri Pelat Nomor Motor Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS
• 22 jam laludetik.com
thumb
4 Fakta Seru Saat Borneo FC Tahan Imbang Persib di BRI Super League, Diwarnai Gol Sang Mantan Adam Alis
• 19 jam lalubola.com
thumb
Terekam CCTV, Begini Rute Pelarian Penyiram Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus yang Kabur ke Dua Arah Berbeda
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
[Foto] Berkah Lebaran, Usaha Kue Kering Rumahan Kebanjiran Pesanan
• 5 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.