Jakarta, tvOnenews.com - Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya berhasil mengidentifikasi jalur pelarian para pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus.
Berdasarkan hasil pelacakan, para pelaku memecah rute pelarian mereka menuju dua wilayah berbeda, yakni Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.
Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin, menjelaskan bahwa timnya langsung bergerak cepat melakukan penelusuran pasca-insiden yang menimpa Andrie Yunus tersebut.
"Selanjutnya pasca kejadian juga tim kami melakukan penelusuran terhadap para terduga pelaku melakukan pelarian ke arah yang berbeda," ungkap Iman dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (16/3).
Iman memaparkan rute pelarian pertama dilakukan oleh satu unit motor yang nekat melawan arus di Jalan Salemba menuju arah Senen.
Pelaku kemudian melintasi Jalan Kramat Raya, Tugu Tani, hingga ke Stasiun Gondangdia sebelum akhirnya menghilang di wilayah Jakarta Selatan.
Sementara itu, unit kendaraan lainnya memilih jalur berbeda tanpa memutar arah. Pelaku kedua terpantau lurus melewati Jalan Pramuka Sari 2.
"Selanjutnya menuju Matraman dan termonitor dari CCTV menuju wilayah Jatinegara. Selanjutnya ke Jalan Otto Iskandardinata, Jakarta Timur," jelas Iman.
Fakta baru yang diungkap kepolisian adalah para pelaku ternyata sudah mengintai Andrie Yunus sejak korban berada di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) di Jalan Pangeran Diponegoro, Jakarta Pusat.
Aksi pembuntutan dimulai segera setelah korban menyelesaikan kegiatannya di lokasi tersebut. Namun, penyerangan tidak langsung terjadi karena korban sempat mampir ke SPBU Cikini Raya untuk mengisi bensin.
Mengenai kondisi kesehatan Andrie Yunus, Iman menyebutkan bahwa korban mengalami luka yang cukup parah akibat paparan zat kimia.
Diagnosa medis menunjukkan korban menderita trauma asam dengan luka bakar yang tersebar di area wajah, lengan, batang tubuh, serta kedua kaki.
Iman mengajak masyarakat untuk mendoakan agar aktivis tersebut segera pulih dari masa kritisnya.
"Mudah-mudahan korban segera diberikan kesembuhan. Mari kita sama-sama doakan, keluarga kita sahabat kita tersebut segera memperoleh kesembuhan sehingga bisa kembali beraktivitas," ujarnya. (ant/dpi)



