Nagreg, Kabupaten Bandung, Jaw (ANTARA) - Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan di Nagreg pada Minggu (15/3) mengatakan strategi "one way sepenggal" (parsial) menjadi langkah utama petugas di lapangan dalam mengurai kemacetan arus mudik.
Menurut dia, skema yang berbeda dengan sistem satu arah permanen itu diterapkan secara situasional berdasarkan panjang antrean kendaraan di titik rawan kemacetan, seperti Limbangan dan Nagreg.
Rudi mengatakan skema itu terbukti efektif mencairkan kepadatan lalu lintas dalam hitungan menit. Koordinasi dengan Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Barat juga dilakukan untuk memastikan ekor kemacetan tidak mengunci pergerakan kendaraan.
"Cukup efektif hasilnya dalam waktu tidak terlalu lama, ini bisa mencairkan arus lalu lintas. Itu tadi terbukti ya, tadi cuman 10 menit, katanya gitu, sudah bisa lancar kembali di Limbangan," kata Rudi di Pos Terpadu Nagreg.
Ia menambahkan selain mengelola lalu lintas di ruas tol, personel juga dikonsentrasikan untuk menjaga kelancaran jalur arteri dari Nagreg hingga perbatasan Jawa Tengah.
"Kami hari ini juga fokus kepada arteri. Dua hari kemarin kami melakukan penatalaksanaan manajemen di ruas jalan tol. Hari ini kita dari Karawang menuju ke daerah Priangan Timur," ujarnya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, arus kendaraan pada H-6 Lebaran tercatat meningkat hingga 100 persen dibanding hari normal.
Baca juga: Kecelakaan beruntun terjadi di jalur mudik Garut, macet 3 km
Meski volume kendaraan meningkat, ia memastikan pergerakan pemudik menuju wilayah Priangan Timur masih relatif lancar dan terkendali.
"Alhamdulillah, ada peningkatan sebesar 100 persen, tapi bisa kita lihat saksikan bersama bahwa lalu lintas cukup lancar," tuturnya.
Kepolisian memprediksi gelombang arus mudik terbagi dalam dua fase. Setelah peningkatan stabil pada hari ini, puncak arus mudik kedua diperkirakan terjadi pada 19-20 Maret.
"Sepertinya peningkatan pertama ini relatif masih stabil. Mungkin puncak mudik kedua diperkirakan tanggal 19-20 ini akan terjadi peningkatan arus mudik. Tapi kita semua jajaran telah siap," kata Rudi.
Sementara itu, data Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung menunjukkan volume kendaraan yang melintas di Jalur Nagreg cukup tinggi.
Kepala Bidang Pengembangan Transportasi Dishub Kabupaten Bandung Eric Alam Prabowo mengatakan hingga Minggu petang sekitar 43 ribu kendaraan telah melintas.
Jumlah tersebut lebih tinggi dibandingkan Sabtu yang selama 24 jam tercatat sekitar 39.000 kendaraan melintas.
Eric menambahkan angka tersebut juga meningkat sekitar 44 persen dibandingkan H-6 Lebaran 2025 dan diperkirakan masih akan bertambah karena perhitungan masih berlangsung.
Baca juga: Kapolda Jabar: Arus mudik jalur arteri naik 10 persen, lalin lancar
Baca juga: Kendaraan tujuan Tasikmalaya, dialihkan ke Garut kota
Menurut dia, skema yang berbeda dengan sistem satu arah permanen itu diterapkan secara situasional berdasarkan panjang antrean kendaraan di titik rawan kemacetan, seperti Limbangan dan Nagreg.
Rudi mengatakan skema itu terbukti efektif mencairkan kepadatan lalu lintas dalam hitungan menit. Koordinasi dengan Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Barat juga dilakukan untuk memastikan ekor kemacetan tidak mengunci pergerakan kendaraan.
"Cukup efektif hasilnya dalam waktu tidak terlalu lama, ini bisa mencairkan arus lalu lintas. Itu tadi terbukti ya, tadi cuman 10 menit, katanya gitu, sudah bisa lancar kembali di Limbangan," kata Rudi di Pos Terpadu Nagreg.
Ia menambahkan selain mengelola lalu lintas di ruas tol, personel juga dikonsentrasikan untuk menjaga kelancaran jalur arteri dari Nagreg hingga perbatasan Jawa Tengah.
"Kami hari ini juga fokus kepada arteri. Dua hari kemarin kami melakukan penatalaksanaan manajemen di ruas jalan tol. Hari ini kita dari Karawang menuju ke daerah Priangan Timur," ujarnya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, arus kendaraan pada H-6 Lebaran tercatat meningkat hingga 100 persen dibanding hari normal.
Baca juga: Kecelakaan beruntun terjadi di jalur mudik Garut, macet 3 km
Meski volume kendaraan meningkat, ia memastikan pergerakan pemudik menuju wilayah Priangan Timur masih relatif lancar dan terkendali.
"Alhamdulillah, ada peningkatan sebesar 100 persen, tapi bisa kita lihat saksikan bersama bahwa lalu lintas cukup lancar," tuturnya.
Kepolisian memprediksi gelombang arus mudik terbagi dalam dua fase. Setelah peningkatan stabil pada hari ini, puncak arus mudik kedua diperkirakan terjadi pada 19-20 Maret.
"Sepertinya peningkatan pertama ini relatif masih stabil. Mungkin puncak mudik kedua diperkirakan tanggal 19-20 ini akan terjadi peningkatan arus mudik. Tapi kita semua jajaran telah siap," kata Rudi.
Sementara itu, data Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung menunjukkan volume kendaraan yang melintas di Jalur Nagreg cukup tinggi.
Kepala Bidang Pengembangan Transportasi Dishub Kabupaten Bandung Eric Alam Prabowo mengatakan hingga Minggu petang sekitar 43 ribu kendaraan telah melintas.
Jumlah tersebut lebih tinggi dibandingkan Sabtu yang selama 24 jam tercatat sekitar 39.000 kendaraan melintas.
Eric menambahkan angka tersebut juga meningkat sekitar 44 persen dibandingkan H-6 Lebaran 2025 dan diperkirakan masih akan bertambah karena perhitungan masih berlangsung.
Baca juga: Kapolda Jabar: Arus mudik jalur arteri naik 10 persen, lalin lancar
Baca juga: Kendaraan tujuan Tasikmalaya, dialihkan ke Garut kota





