TEPAT pada 16 Maret 2026, dunia memperingati 100 tahun momen bersejarah yang mengubah wajah eksplorasi luar angkasa. Satu abad lalu, sebuah roket kecil meluncur selama dua detik di Massachusetts, Amerika Serikat. Meski singkat, penerbangan itu menandai lahirnya era roket berbahan bakar cair.
Robert H. Goddard (1882-1945) adalah sosok di balik kemudi revolusi ini. Bersama Hermann Oberth dari Jerman dan Konstantin Tsiolkovsky dari Rusia, Goddard dinobatkan sebagai bapak roket modern. Pencapaian puncaknya terjadi pada 16 Maret 1926, saat ia berhasil meluncurkan roket bahan bakar cair pertama di dunia.
Dari Imajinasi ke RealitasKetertarikan Goddard pada antariksa bermula dari karya fiksi ilmiah H.G. Wells dan Jules Verne. Kevin Schindler, sejarawan dari Observatorium Lowell, mengisahkan pada usia 17 tahun, saat sedang memangkas pohon ceri, Goddard mendapatkan visi yang mendorongnya mendedikasikan hidup untuk perjalanan ruang angkasa.
Baca juga : NASA Pastikan Bulan dan Bumi Aman dari Ancaman Asteroid 2024 YR4
"Kisah Goddard adalah tentang inspirasi, mengejar impian tanpa henti, dan mengubahnya menjadi kenyataan," tulis Schindler.
Eksperimen bersejarahnya di Auburn, Massachusetts, menggunakan roket oksigen cair-bensin yang terbang setinggi 12,5 meter. Walaupun terlihat sederhana menurut standar sekarang, kurator museum penerbangan Erin Gregory menegaskan bahwa itu adalah pembuktian krusial.
"Penerbangan pertama ini membuktikan gagasan Anda bisa mengendalikan roket bertenaga cair. Itu adalah landasannya; bahwa hal itu bisa dilakukan," ujar Gregory kepada Space.com.
Baca juga : Asteroid 2026 EG1 Melintas Dekat Bumi, NASA Pastikan Planet Kita Aman
Inovasi yang Melampaui ZamanGoddard memelopori berbagai teknologi yang hingga kini masih digunakan oleh NASA dan perusahaan antariksa swasta, di antaranya:
- Roket Multi-Tahap: Konsep membuang tangki bahan bakar yang kosong agar roket lebih ringan dan bisa terbang lebih tinggi.
- Sistem Pendingin Mesin: Mengembangkan teknik pendinginan untuk mencegah ruang bakar meleleh akibat panas ekstrem.
- Navigasi Gyroscope: Menggunakan sensor untuk menjaga stabilitas roket saat terbang.
Keberhasilan Goddard tidak lepas dari peran istrinya, Esther Goddard. Ia bukan sekadar pendamping, melainkan tim teknis, fotografer, sekaligus pengelola keuangan. Esther adalah sosok yang memahami catatan rumit Goddard, mendokumentasikan setiap tes, bahkan memadamkan api kecil di lokasi peluncuran.
Setelah Goddard wafat pada 1945, Esther berjuang memastikan warisan suaminya tidak tenggelam oleh popularitas ilmuwan roket Jerman pasca-Perang Dunia II. Ia berhasil mendaftarkan 131 paten tambahan setelah suaminya meninggal, dari total 214 paten atas nama Goddard.
Kini, nama Goddard diabadikan pada Goddard Space Flight Center milik NASA di Maryland. Sebagai bentuk penghormatan tertinggi, Buzz Aldrin bahkan membawa otobiografi Robert Goddard ke permukaan bulan saat misi Apollo 11 pada 1969. (Space/Z-2)





