Tanggapi Trump, Australia Tolak Kerahkan Kapal Perang ke Selat Hormuz

metrotvnews.com
10 jam lalu
Cover Berita

Canberra: Menteri Transportasi Australia Catherine King menyatakan bahwa negaranya tidak akan mengirimkan pasukan angkatan laut ke Selat Hormuz.

Pernyataan tersebut disampaikan King pada Senin, 16 Maret 2026 dalam wawancara dengan ABC Radio National.

Menjawab pertanyaan mengenai kemungkinan permintaan dukungan dari Amerika Serikat, King mengatakan dirinya tidak mengetahui adanya permintaan tersebut.

“Ini bukan sesuatu yang kami kontribusikan. Saya tidak mengetahui apakah ada permintaan seperti itu,” ujar King, dikutip dari Anadolu, Senin, 16 Maret 2026.

Ia menegaskan bahwa Australia tidak memiliki rencana untuk mengirim kapal perang ke kawasan tersebut. “Kami siap menghadapi dampak krisis ekonomi yang terjadi akibat situasi di Timur Tengah, tetapi kami tidak berencana mengirim kapal,” tambahnya.

Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran strategis bagi perdagangan global, terutama untuk pengiriman minyak yang menjadi komoditas penting bagi pasar energi dunia.

Pernyataan King muncul setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump meminta sejumlah sekutu untuk membantu mengamankan Selat Hormuz. Trump sebelumnya menyerukan negara-negara mitra untuk mengerahkan kapal perang guna memastikan keamanan jalur pelayaran tersebut.

Selat Hormuz menjadi pusat kekhawatiran pasar energi setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan penutupan jalur tersebut bagi sebagian besar kapal di tengah serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran sejak 28 Februari.

Sebelum konflik pecah, sekitar 20 juta barel minyak melintas melalui selat tersebut setiap hari. Gangguan terhadap jalur tersebut telah mendorong kenaikan harga minyak global.

Serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran sejauh ini dilaporkan menewaskan sekitar 1.300 orang, termasuk pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ayatollah Ali Khamenei.

Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, serta sejumlah negara Teluk yang menampung aset militer Amerika Serikat.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Disiram Cairan Berbahaya Sepulang dari YLBHI, Begini Kondisi Terkini Aktivis Andrie Yunus
• 21 jam lalugrid.id
thumb
Bandara Soetta Fasilitasi 735 Extra Flight Selama Angkutan Lebaran 2026
• 1 jam laluidxchannel.com
thumb
Harga Minyak Melonjak 2%, Brent Masih di Atas USD100/Barel
• 5 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Polda Metro Jaya sebut Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie KontraS Sengaja Sebar Foto Hasil AI, DPR Pun Ikut Terkecoh
• 8 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
BMKG Mengingatkan Potensi Banjir Rob di NTB Saat Libur Lebaran 2026
• 49 menit lalupantau.com
Berhasil disimpan.