Kondisi lalu lintas di Pelabuhan Gilimanuk, Bali, dilaporkan sudah kembali kondusif setelah sempat terjadi antrean kendaraan hingga puluhan kilometer sejak Minggu (15/3). Kepolisian memastikan peristiwa kepadatan tersebut telah tertangani pada Senin (16/3).
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Agus Suryo Nugroho menyampaikan hal itu saat meninjau kondisi lalu lintas di KM 57 A ruas Tol Jakarta–Cikampek (Japek), Karawang, Jawa Barat, Senin (16/3) malam.
“Peristiwa di Gilimanuk sudah selesai, jadi per malam ini sudah cukup kondusif. Jadi kolaborasi kita dengan stakeholder, dengan Kementerian Perhubungan, dengan ASDP, KSOP sudah clear. Jadi buffer zone-buffer zone udah bagus,” ujar Agus.
Sebelumnya, kepadatan parah sempat terjadi di kawasan Pelabuhan Gilimanuk pada Senin siang. Antrean kendaraan dari arah Denpasar dilaporkan mencapai sekitar 19 kilometer hingga kawasan Turu Persil, Desa Melaya.
Sementara dari arah Singaraja, antrean kendaraan mencapai sekitar 5 kilometer hingga kawasan Hutan Cekik.
Kabid Humas Polda Bali Kombes Ariasandy menyebutkan kepadatan tersebut terjadi karena tingginya volume kendaraan yang hendak menyeberang dari Bali menuju Jawa.
Di sisi lain, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) juga mengoperasikan 35 kapal secara nonstop selama 24 jam di lintasan Ketapang–Gilimanuk guna mengurai kepadatan kendaraan.
Corporate Secretary ASDP Windy Andale menjelaskan lonjakan kendaraan dipicu mobilitas masyarakat dan kendaraan logistik menjelang penutupan layanan penyeberangan saat Hari Raya Nyepi pada 18–20 Maret 2026.





