Polisi Tetapkan 4 Tersangka Tongtek Maut di Pati

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Polresta Pati telah menetapkan empat orang tersangka dalam kasus tongtek (pawai membangunkan) sahur di Kabupaten Pati yang menewaskan satu korban.

Kasat Reskrim Polresta Pati, Kompol Dika Hadian Widyatama, mengatakan keempat tersangka itu berinisial W (16), I (16), A (15), dan B (15).

Dari hasil penyelidikan masing-masing pelaku memiliki peran berbeda saat melakukan pengeroyokan terhadap korban. Empat orang pelaku seluruhnya masih di bawah umur atau berstatus Anak Berkonflik dengan Hukum (ABH).

"Pelaku B menendang korban, pelaku I memukul dan menendang korban hingga terjatuh, pelaku W menggunakan pisau untuk menyabet dan menusuk korban. Sedangkan pelaku A menginjak kaki korban,” kata Kompol Dika melalui keterangan tertulis, Senin (16/3).

Setelah kejadian tersebut, korban sempat berjalan sambil memegangi dadanya akibat luka tusuk. Korban kemudian ditolong temannya dan dibawa ke RSUD Kayen.

Namun korban dinyatakan meninggal dunia akibat luka tusuk yang menembus hati dan menyebabkan perdarahan hebat.

Pihak kepolisian mengamankan sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan peristiwa tersebut. Barang bukti itu di antaranya satu setel jaket hoodie warna hitam dengan noda darah yang dipakai korban saat kejadian dan satu celana panjang cargo warna putih dengan noda darah.

Selain itu, pihak kepolisian juga mengamankan satu celana pendek kolor warna abu-abu dengan noda darah, satu celana dalam warna oranye merek Kasogi, serta satu buah sabuk warna hitam yang seluruhnya dikenakan korban saat kejadian.

"Keempat pelaku saat ini telah diamankan di Rutan Polresta Pati untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Kami juga mengamankan barang bukti termasuk senjata tajam yang digunakan pelaku dalam kejadian tersebut,” terangnya.

Diketahui, peristiwa tragis itu terjadi pada Kamis (12/3/2026) sekitar pukul 01.30 WIB di jalan desa wilayah Desa Talun RT 02 RW 04, Kecamatan Kayen. Korban berinisial AFD (18), warga setempat, meninggal dunia setelah mengalami luka tusuk di bagian dada serta sejumlah luka akibat kekerasan yang dilakukan para pelaku.

Dika Hadian Widyatama menjelaskan, kejadian bermula saat korban bersama teman-temannya melakukan kegiatan tongtek dengan memutar sound system di atas mobil pikap.

Saat melintas di sebuah perempatan desa, rombongan korban bertemu dengan kelompok pelaku yang sedang nongkrong sehingga terjadi cekcok.

"Awalnya terjadi cekcok antara rombongan korban dengan kelompok pelaku di perempatan jalan hingga sempat terjadi saling lempar batu," ujar Kompol Dika.

Ia menambahkan, korban kemudian meninggalkan rombongannya dan berjalan sendirian menuju kelompok pelaku. Saat itulah empat pelaku langsung melakukan pengeroyokan terhadap korban.

"Korban yang datang sendirian langsung diserang secara bersama-sama oleh para pelaku dengan cara dipukul, ditendang, hingga ditusuk menggunakan senjata tajam," imbuhnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Perpisahan Anwar Usman di Sidang MK, Sampaikan Permohonan Maaf Sebelum Bacakan Putusan Terakhir
• 51 menit lalupantau.com
thumb
Arus Mudik, 24 Ribu Kendaraan Melintas di Tol Cipali Per Minggu Pagi
• 21 jam laludetik.com
thumb
Jakarta Sambut Warga yang Tak Mudik Lebaran 2026, Ada Transportasi Gratis hingga Promo Wisata
• 14 jam lalukompas.tv
thumb
AHY Puji Prabowo Soal Program 3 Juta Rumah: Komitmen Beliau Kokoh
• 8 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Amazfit Active 3 Premium, Smartwatch Lari GPS Presisi dan Layar AMOLED
• 51 menit lalumedcom.id
Berhasil disimpan.