5 Strategi Wajib Investor di Bear Market

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA - Bear market adalah fase penurunan harga yang tak terhindarkan dalam siklus pasar aset kripto. Bagi banyak investor, kondisi ini memicu panik dan keputusan yang bisa merugikan.

Berikut 5 tips strategi yang wajib kamu lakukan untuk bertahan di tengah bear market, seperti dikutip dari Pintu Academy:

Baca Juga :
Trading Aset Kripto Rasa Private Banking
Respons Indodax soal Fatwa Muhammadiyah Tegaskan Aset Kripto Sah untuk Investasi

1. Sabar Dalam Mententukan Aset dan Target Harga Beli

Saat harga turun lebih dari 20 persen, kebanyakan investor yang baru masuk aset kripto langsung mengalami kepanikan dan menjual semua aset mereka. Investor yang telah melewati beberapa fase bear market kerap memiliki cara pandang yang berbeda. Mereka melihat bear market sebagai fase di mana aset-aset undervalue dapat diakumulasi.

Hal-hal yang Bisa Dilakukan:

●    Buat watchlist aset yang kamu yakini fundamentalnya. Lakukan ini di saat pasar mengalami penurunan maupun dalam fase tenang. Lihat bagaimana respon pergerakan harganya menyikapi penurunan harga Bitcoin. Aset yang mampu bertahan relatif lebih baik dari Bitcoin saat pasar melemah biasanya merupakan kandidat akumulasi yang menarik.

●    Tetapkan target harga beli berdasarkan analisis yang sudah kamu buat. Salah satu pendekatannya adalah mengidentifikasi area support historis sebagai zona pembelian aset, sehingga keputusan beli sudah terencana sebelum harga benar-benar sampai di sana.

2. Proteksi Modal

Prioritas utama di bear market adalah menjaga modal agar tidak tergerus dan mengambil keputusan yang didorong oleh bias yang menganggap penurunan aset adalah titik harga terendah sehingga mengalokasikan seluruh modalnya dalam 1 transaksi.

Strategi yang paling terbukti efektif untuk investor jangka panjang di kondisi ini adalah Dollar-Cost Averaging atau DCA, membeli aset secara rutin dalam jumlah tetap, terlepas dari harga pasar saat itu.

Simulasi DCA vs Beli Sekaligus di Bear Market 2022:

Misalkan seorang investor memiliki modal Rp12 juta pada awal 2022 dan ingin mengalokasikannya ke Bitcoin.

●    Investor A (All In)

Menginvestasikan seluruh Rp12 juta sekaligus saat harga BTC berada di sekitar US$47 ribu. Ketika harga turun signifikan hingga akhir 2022, nilai portofolionya menyusut menjadi sekitar Rp3,9 juta, atau mengalami penurunan sekitar 67 persen.

Baca Juga :
Pemilik Kos-kosan Mulai Diversifikasi ke Aset Digital
Bitcoin Mendadak Terjun, Likuditas Aset Kripto Lenyap Ratusan Juta Dolar Dalam 2 Jam
Tokenisasi Aset Jadi Tren: Terbaru Ada Chevron, Mastercard dan Pepsi

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KPop Demon Hunters Raih Piala Oscar Kategori Film Animasi Terbaik
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
One Battle After Another Jadi Pemenang Utama, Berikut Daftar Lengkap Pemenang Oscar 2026
• 10 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
IHSG Ambruk 3%, Ini 5 Rekomendasi Saham yang Bisa Dilirik
• 11 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Trump berunding dengan tujuh negara demi amankan Selat Hormuz
• 9 jam laluantaranews.com
thumb
Pemerintah Pertimbangkan Skema Karbon untuk Pendanaan Taman Nasional di Indonesia
• 7 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.