Rahasia Sukses Veda Ega: Berlatih Sejak Usia 4 Tahun di Pasar Hewan hingga Dilirik Honda

medcom.id
11 jam lalu
Cover Berita
Yogyakarta: Pembalap muda asal Gunung Kidul, Veda Ega Pratama, resmi terpilih menjadi bagian dari program pengembangan talenta balap dunia, Red Bull Blue and Silver Athlete. Keberhasilan atlet kelahiran Wonosari, Yogyakarta, ini menandai babak baru bagi karier pembalap motor Indonesia di kancah internasional musim ini
 
Prestasi Veda semakin bersinar setelah ia berhasil mengamankan podium pertama dalam dua seri balapan di Sirkuit Mugello, Italia, pada ajang Red Bull Rookies Cup. Pencapaian ini menegaskan bahwa profil Veda bukan sekadar pembalap berbakat, melainkan talenta yang siap bersaing di level tertinggi dunia. Profil dan Warisan Bakat Balap Veda Ega Pratama lahir di Wonosari pada 23 November 2008. Bakat balap yang ia miliki mengalir langsung dari sang ayah, Sudarmono atau yang akrab disapa Momon, seorang mantan pembalap nasional. Dukungan penuh keluarga menjadi pilar utama yang membentuk karakter dan mentalitas balapnya sejak dini.
 

Baca Juga :

Bangga! Pembalap Indonesia Veda Ega Pratama Resmi Gabung Program Red Bull
Perjalanan Karier Sejak Usia 4 Tahun Veda mengenal dunia balap sejak usia 4 tahun dengan berlatih secara rutin di area Pasar Hewan Siyono. Setelah sempat mencoba kompetisi motocross pada usia 6 tahun, ia memutuskan pindah ke jalur road race pada usia 8 tahun. Ketekunannya berlatih di berbagai sirkuit di Jawa Tengah di bawah arahan sang ayah menjadi kunci kematangannya saat ini. Pembinaan Profesional Melalui Astra Honda Motor Potensi besar Veda tercium oleh PT Astra Honda Motor (AHM) yang kemudian memberikan pembinaan resmi sejak tahun 2019. Melalui program ini, Veda mengasah kemampuannya di berbagai kejuaraan nasional hingga menembus level Asia. Puncaknya, ia sukses meraih gelar juara umum Asia Talent Cup pada tahun 2023.
 
Menuju Panggung MotoGP melalui Red Bull Rookies Cup

Pada musim 2026, Veda menjalani tahun keduanya di Red Bull Rookies Cup. Ajang ini merupakan jalur utama bagi pembalap muda untuk menembus Moto3, Moto2, hingga kelas utama MotoGP. Selain itu, ia juga aktif berkompetisi di kejuaraan JuniorGP di Eropa untuk memperluas pengalaman dan jam terbang internasionalnya.
 
Meski masih berusia muda, pengalaman balap yang terus bertambah membuat peluang Veda untuk menembus persaingan di level dunia semakin terbuka. Konsistensi meraih hasil positif di ajang internasional akan menjadi faktor penting bagi pembalap asal Gunung Kidul itu dalam mewujudkan ambisinya melangkah lebih jauh hingga suatu hari tampil di MotoGP. (Ahmad Raul)
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ASM)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menkes Minta RS Atur Piket Nakes agar Layanan Darurat Tetap Jalan Saat Libur Lebaran
• 17 jam lalukompas.com
thumb
Pengguna Commuter Line Jabodetabek capai 24,2 juta orang saat Ramadhan
• 15 jam laluantaranews.com
thumb
Banjir Bandang Terjang Karangasem Bali, Tanggul Sungai Jebol dan Akses Jalan Warga Terputus
• 12 jam lalukompas.tv
thumb
Cara Membedakan Video Asli vs AI Deepfake Benjamin Netanyahu
• 16 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Yadea Siapkan Motor Listrik Baru, Mulai Diumumkan ke Dealer
• 20 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.