Menkes Minta RS Atur Piket Nakes agar Layanan Darurat Tetap Jalan Saat Libur Lebaran

kompas.com
5 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com- Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta rumah sakit, khususnya yang berada di bawah Kementerian Kesehatan, mengoptimalkan manajemen piket tenaga kesehatan untuk memastikan layanan tindakan darurat tetap berjalan maksimal selama libur Lebaran.

Budi menegaskan, pelayanan untuk kasus darurat harus menjadi prioritas karena berkaitan langsung dengan penyelamatan nyawa pasien.

“Untuk tindakan emergency karena ini menyelamatkan nyawa, seluruh rumah sakit Kemenkes harus mengatur SDM-nya agar bisa melayani,” kata Budi, saat di Rumah Sakit Kanker Dharmais Jakarta, pada Senin (16/3/2016).

Baca juga: Layanan Darurat di RS Kemenkes Tetap Berjalan Saat Libur Lebaran

Budi mengatakan, layanan darurat yang dimaksud tidak hanya berada di ruang tindakan, melainkan juga layanan penunjang seperti poliklinik, pemeriksaan radiologi, hingga laboratorium.

Selain itu, tindakan medis darurat seperti operasi akibat kecelakaan juga harus tetap dilayani tanpa penundaan.

“Misalnya kecelakaan, kepalanya kena dan harus dioperasi, itu harus dilayani. SDM-nya nanti diatur tugasnya oleh direktur rumah sakit,” ujar Budi.

Sementara itu, untuk tindakan medis yang bersifat terjadwal, elektif, atau non-darurat akan dijadwalkan ulang.

Baca juga: MenPANRB dan Menkes Datangi RS Kanker Dharmais, Ada Apa?

Penjadwalan tersebut dapat digeser ke hari sebelum atau sesudah periode tertentu agar layanan darurat tetap menjadi prioritas.

Menurut Budi, penyesuaian jadwal ini kemungkinan akan membuat jumlah tindakan medis meningkat pada hari-hari sebelum atau setelah periode tersebut.

Namun, karena tindakan tersebut telah terjadwal, manajemen rumah sakit diminta mengatur kebutuhan tenaga kesehatan secara tepat agar pelayanan tetap berjalan optimal.

Sebelumnya, Budi memastikan seluruh rumah sakit di bawah Kementerian Kesehatan tetap beroperasi untuk menangani kasus darurat selama masa libur Lebaran 2026.

Baca juga: Wacana Iuran BPJS Naik, Menkes Sebut Sasarannya Peserta Mandiri

“Selama liburan panjang sesuai arahan Presiden, seluruh rumah sakit Kementerian Kesehatan tetap beroperasi untuk tindakan emergensi. Misalnya pasien stroke masuk IGD, maka layanan IGD, CT scan, hingga operasi jika diperlukan tetap berjalan,” ujar dia.

Budi menjelaskan, saat ini terdapat hampir 40 rumah sakit milik Kementerian Kesehatan di seluruh Indonesia.

Selama periode libur panjang, rumah sakit tersebut tetap beroperasi untuk melayani pasien dengan kondisi darurat.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Namun demikian, Kementerian Kesehatan menyesuaikan jadwal operasional terhadap tindakan medis yang bersifat elektif atau terjadwal pada periode 20 hingga 23 Maret.

“Tindakan yang kita kurangi atau jadwalkan ulang selama empat hari itu adalah tindakan elektif, yaitu tindakan yang sifatnya terjadwal dan tidak darurat,” ujar Budi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pekan Terakhir Ramadan, Stasiun Pasar Senen Dipadati Pemudik
• 18 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Bio Farma berangkatkan 825 orang dalam Mudik Gratis bersama BUMN 2026
• 23 jam laluantaranews.com
thumb
Kasus Andrie Yunus Picu Sorotan Peredaran Air Keras, Perlu Diperketat?
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Wajib Vaksin Sebelum Mudik Lebaran! IDAI Ingatkan Risiko Campak Meningkat Saat Libur Panjang
• 22 jam lalusuara.com
thumb
Cerita Pemudik: Pilih Mudik Lebih Awal Demi Cepat Bertemu Keluarga di Surabaya
• 1 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.