Bisnis.com, JAKARTA – Harga emas global di pasar spot (XAU) pada perdagangan hari ini, Senin (16/3) melemah 0,65% ke US$4.987 per ons. Sejalan dengan itu, harga logam mulia emas Antam hari ini untuk ukuran 1 gram juga terpangkas Rp5.000 menjadi Rp2,99 juta. Penurunan itu terjadi justru ketika kondisi konflik geopolitik Amerika Serikat (AS)-Iran masih panas.
Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menjelaskan fenomena ini disebabkan oleh kondisi di mana harga minyak mentah dan nilai tukar dolar AS menguat dan menjadikan dua aset ini sebagai aset lindung nilai alternatif logam mulia pilihan pasar.
"Kenapa harga emas dunia terus melandai, memang kalau kita lihat bahwa pertempuran Timur Tengah luar biasa, tapi rupanya tidak berdampak pada harga emas dunia karena orang beralih ke crude oil dan dolar AS," kata Ibrahim dalam risetnya, dikutip Senin (16/3/2026).
Konflik Timur Tengah juga bakal menyulut harga minyak global yang menyebabkan terjadinya inflasi dunia. Kondisi ini akan direspons Bank Sentral AS yang kemungkinan akan menahan suku bunga di level tinggi, dan baru akan menurunkankannya di periode September 2026. Pada akhirnya, suku bunga tinggi akan menahan laju harga emas global.
Sementara di dalam negeri, Ibrahim menjelaskan bahwa logam mulia emas Antam kemungkinan akan bertahan di kisaran Rp3 juta per 1 gram disebabkan oleh pelemahan rupiah terhadap dolar AS. Hari ini rupiah terdepresiasi 0,23% ke Rp16.997 per dolar AS, sedangkan indeks dolar AS juga ditutup melemah meski masih ada di level 100,20 pasca koreksi 0,16%.
Ibrahim mengatakan harga emas domestik kemungkinan masih akan menguat sejalan dengan rupiah yang diprediksi akan terus tertekan sepanjang pekan ini. Pelemahan rupiah ini disebabkan oleh kekhawatiran defisit APBN yang berisiko melebar ke level 3-4%, sentimen perang global, hingga faktor musiman pelemahan rupiah setiap Lebaran dan Idulfitri.
Adapun, secara teknikal Ibrahim menjelaskan harga emas global saat ini telah mendekati level koreksi support pertama yang dia prediksi di US$4.973 per ons. Bila harga ini tercapai, logam mulia di dalam negeri kemungkinan akan diperdagangkan di level Rp2,97 juta per 1 gram.
Berikutnya untuk level support koreksi kedua ada di level US$4.922 per ons, dan bila tercapai membuat harga logam mulia diperkirakan akan turun ke Rp2,92 juta per 1 gram.
Sementara dalam skenario bullish, level resistance pertama emas global akan ada di US$5.078 per ons yang akan memantik logam mulia domestik terbang ke Rp3,18 juta per 1 gram.
"Dalam satu minggu ini kemungkinan emas dunia akan di US$5.158 per ons, sedangkan logam mulia akan diperdagangkan di Rp3,1 juta per 1 gram," tandas Ibrahim.





