TVRI ajak masyarakat nikmati Piala Dunia 2026 tanpa taruhan

antaranews.com
4 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Lembaga Penyiaran Publik TVRI mengajak masyarakat menikmati pertandingan FIFA World Cup 2026 secara sehat tanpa praktik taruhan, seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap maraknya judi online di Indonesia menjelang turnamen sepak bola terbesar dunia tersebut.

Koordinator Media Center Siaran Piala Dunia 2026 TVRI Ezki Suyanto dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin, mengatakan pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto memberi perhatian serius terhadap upaya pencegahan dan penanganan judi online.

“Presiden Prabowo berkali-kali di berbagai forum dan kesempatan menjelaskan judol adalah ancaman serius yang merusak tatanan bangsa. Benang merah dari pesan Presiden itu satu, praktik judi online harus diberantas," katanya.

Ia menambahkan TVRI sebagai lembaga penyiaran publik memiliki tanggung jawab untuk memberikan literasi kepada masyarakat agar euforia Piala Dunia tidak dimanfaatkan sebagai ruang taruhan. Menurutnya, kegembiraan menonton sepak bola seharusnya menjadi hiburan bersama yang sehat.

Baca juga: TVRI hadirkan agenda menuju Piala Dunia 2026

“Karena itu kami di TVRI sebagai lembaga penyiaran publik memiliki peran penting dalam literasi dan edukasi kepada masyarakat, agar kegembiraan Piala Dunia tidak ternodai oleh aktivitas taruhan-taruhan itu,” ujar Ezki.

Fenomena judi online di Indonesia sendiri dinilai telah menjadi darurat sosial. Data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menunjukkan perputaran dana judi online pada 2025 mencapai Rp286,84 triliun dari 422,1 juta transaksi.

Aktivitas tersebut juga melibatkan sekitar 12,3 juta orang yang melakukan deposit judi online dari berbagai kalangan, termasuk generasi muda yang rentan terpapar melalui berbagai platform digital.

Baca juga: Kemkomdigi: Potensi kerugian akibat judi daring capai Rp1.100 triliun

Selain merugikan secara ekonomi, praktik taruhan daring juga memunculkan dampak sosial yang luas. Sejumlah kasus menunjukkan masyarakat terjerat utang, kehilangan tabungan keluarga, hingga terlibat tindak kriminal akibat kecanduan judi.

Ezki menilai sepak bola memiliki kekuatan untuk menyatukan banyak orang dalam satu momen yang sama. Ketika Piala Dunia mulai bergulir pada 11 Juni 2026, jutaan orang diperkirakan berkumpul dalam berbagai kegiatan nonton bareng di berbagai daerah.

“Piala Dunia itu hiburan rakyat, bukan panggung judi. Ketika pertandingan dimulai, orang berkumpul untuk bersorak dan berbagi kegembiraan. Jangan sampai perayaan yang seharusnya menyatukan ini justru berubah menjadi ruang taruhan,” kata Ezki.

Baca juga: TVRI: Siaran Piala Dunia 2026 punya efek candu seperti "dracin"

Baca juga: ANTARA komitmen jadi mitra utama TVRI gelorakan Piala Dunia 2026


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Perkuat Silaturahmi, Polres Metro Tangerang Kota Bagi-bagi Sembako ke Ojol
• 19 jam laludetik.com
thumb
Komisi III DPR Warning Polisi Soal Kasus Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus: Ungkap Pelaku dan Dalangnya!
• 7 jam laludisway.id
thumb
Tips Agar Berat Badan Tak Naik Saat Santap Sajian Idul Fitri 2026
• 33 menit lalugrid.id
thumb
Kisah Bu Atun: Terima Bedah Rumah, Operasi Katarak, Kini Bisa Baca Alquran
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Presiden Prabowo: Tanah BUMN Adalah Tanah Rakyat, Tak Boleh Dijual
• 23 menit lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.