Program bedah rumah yang digagas Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama BAZNAS (BAZIS) tak hanya menghadirkan hunian layak bagi warga kurang mampu, tetapi juga membawa harapan baru bagi penerimanya.
Salah satunya dirasakan oleh Bu Atun (73), warga penerima bantuan yang kini juga akan mendapat operasi katarak agar dapat kembali membaca Surat Yasin.
“Beliau bilang kedua matanya sudah tidak bisa membaca atau melihat dengan jelas. Tapi beliau masih ingin bisa membaca Surat Yasin,” ujar Gubernur Pramono Anung dalam sambutannya di Serdang, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (16/3).
Pram mengaku sempat berdialog langsung dengan Bu Atun saat meninjau rumah yang telah selesai direnovasi.
Mendengar permintaan tersebut, Pram langsung menyetujui agar Bu Atun menjalani operasi katarak.
Ia juga meminta Wali Kota setempat untuk mengawal prosesnya agar Bu Atun bisa segera mendapatkan penanganan medis.
“Saya sudah setujui dan saya minta dikawal supaya Bu Atun bisa kembali membaca Surat Yasin,” katanya.
Atun sendiri mengaku bersyukur atas program bedah rumah tersebut. Ia berharap setelah ini rumahnya tak lagi kebanjiran saat musim hujan tiba.
"Alhamdulillah, sebelumnya di sini kalau hujan suka banjir, cuma sekarang kalau rumah sudah ditinggikan, semoga nggak banjir," kata Atun kepada wartawan.
Program bedah rumah ini merupakan hasil kolaborasi antara BAZNAS (BAZIS) DKI Jakarta dengan sejumlah BUMD, BUMN, dan pihak swasta.
Di antaranya PAM Jaya dan Dharma Jaya dari BUMD, Pertamina dan Pegadaian dari BUMN, serta dukungan dari pihak swasta seperti Toko Marine dan PT Malahayati.
Pram berharap program tersebut dapat terus diperluas sehingga dana yang dihimpun BAZNAS (BAZIS) dari masyarakat bisa benar-benar dimanfaatkan untuk membantu warga kurang mampu di Jakarta.




