Pelaku Penyiraman Andrie Yunus Beredar di Medsos Diduga AI? Wamen HAM: Tunggu Penyelidikan

disway.id
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID -- Rekaman kamera pengawas yang diduga memperlihatkan pelaku penyerangan terhadap aktivis ramai beredar di berbagai platform media sosial dalam beberapa hari terakhir.

Video tersebut memicu berbagai spekulasi di tengah masyarakat terkait identitas pelaku di balik aksi kekerasan tersebut.

Menanggapi hal itu, Wakil Menteri Hak Asasi Manusia, Mugiyanto mengapresiasi partisipasi masyarakat yang turut membantu mengungkap dugaan pelaku melalui rekaman CCTV yang beredar. Namun, ia mengingatkan publik untuk tetap berhati-hati dalam menyimpulkan informasi yang beredar di ruang digital.

BACA JUGA:Hetifah: Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS Alarm bagi Demokrasi Indonesia!

Menurut Mugiyanto, di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), potensi manipulasi konten digital tidak bisa diabaikan.

“Partisipasi masyarakat tentu kami apresiasi. Namun dalam era teknologi yang semakin canggih, kita juga harus berhati-hati dan tetap mengacu pada hasil penyelidikan resmi aparat penegak hukum,” ujar Mugiyanto dalam keterangannya, Minggu 15 Maret 2026.

Ia menekankan bahwa proses penetapan pelaku tetap harus berdasarkan hasil investigasi yang dilakukan aparat kepolisian. Pemerintah, kata dia, tidak ingin kesimpulan yang terburu-buru justru memicu kesalahan informasi atau bahkan menimbulkan tudingan yang tidak berdasar.

Kasus penyerangan terhadap Andrie Yunus sendiri menjadi perhatian luas, tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di tingkat internasional. Beberapa pihak di komunitas global disebut turut memantau perkembangan penyelidikan kasus tersebut.

BACA JUGA:Helm Diduga Milik Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus Teringgal di Lokasi Kejadian

Mugiyanto menegaskan pemerintah telah berkomunikasi dengan kepolisian untuk mendorong percepatan penyelidikan. Pengungkapan kasus secara jelas dan menyeluruh dinilai penting agar tidak muncul spekulasi yang dapat memperkeruh situasi.

“Perlu ada kejelasan mengenai siapa pelaku, apa motifnya, dan apakah ada pihak lain di balik peristiwa ini,” katanya.

Ia menambahkan bahwa kasus kekerasan terhadap individu yang menyampaikan kritik atau pandangan di ruang publik tidak boleh dianggap sebagai persoalan kecil.

Menurutnya, peristiwa semacam itu dapat berdampak pada kredibilitas Indonesia dalam upaya menjunjung tinggi prinsip-prinsip hak asasi manusia.

BACA JUGA:Isu Penutupan Ruang Udara di Timur Tengah, KP2MI Pastikan Tak Ada PMI Tertahan

Di sisi lain, pemerintah juga kembali menegaskan komitmennya untuk melindungi kebebasan berekspresi sebagaimana dijamin dalam konstitusi dan berbagai instrumen hukum internasional yang telah diratifikasi Indonesia. Komitmen tersebut juga menjadi bagian dari arah kebijakan pemerintahan Presiden.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KRL Bekasi Line Lengang di Hari Pertama WFA Jelang Lebaran: Tak Ada ‘War Kursi’
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Anisa dan Kisah Toleransi Ramadan di Sekolah Rakyat Kupang
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Mendikdasmen Dorong Budaya Baca Lewat Program Mudik Asyik Baca Buku 2026
• 5 jam lalutvrinews.com
thumb
Siswa SMAN 5 Bandung Tewas Diduga Dikeroyok di Jalan Cihampelas, Polisi Lakukan Pendalaman
• 21 jam lalutvonenews.com
thumb
4 Fakta Seru Saat Borneo FC Tahan Imbang Persib di BRI Super League, Diwarnai Gol Sang Mantan Adam Alis
• 1 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.