Kiev (ANTARA) - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan, Amerika Serikat beberapa kali menghubungi Ukraina untuk meminta keahlian mereka dalam mencegat pesawat tak berawak (drone) Shahed buatan Iran, demikian laporan Kantor Berita Ukraina, Ukrinform, Minggu (15/3).
"Kami menerima surat, telepon, dan permintaan di semua institusi militer," kata Zelensky, menambahkan bahwa Ukraina telah menanggapi masing-masing permintaan tersebut.
Zelensky juga menyatakan dirinya telah membahas keahlian Ukraina dalam perlindungan terhadap drone Shahed dengan para pemimpin Uni Emirat Arab, Qatar, Arab Saudi, Yordania, dan Bahrain.
Namun, dalam wawancara telepon dengan NBC News pada Sabtu (14/3), Presiden AS Donald Trump mengatakan sentimen pribadinya terhadap Zelensky belum mereda dan menolak tawaran bantuan pemimpin Ukraina tersebut terkait teknologi drone.
"Orang terakhir yang kami butuhkan bantuannya adalah Zelensky," kata Trump.
"Kami menerima surat, telepon, dan permintaan di semua institusi militer," kata Zelensky, menambahkan bahwa Ukraina telah menanggapi masing-masing permintaan tersebut.
Zelensky juga menyatakan dirinya telah membahas keahlian Ukraina dalam perlindungan terhadap drone Shahed dengan para pemimpin Uni Emirat Arab, Qatar, Arab Saudi, Yordania, dan Bahrain.
Namun, dalam wawancara telepon dengan NBC News pada Sabtu (14/3), Presiden AS Donald Trump mengatakan sentimen pribadinya terhadap Zelensky belum mereda dan menolak tawaran bantuan pemimpin Ukraina tersebut terkait teknologi drone.
"Orang terakhir yang kami butuhkan bantuannya adalah Zelensky," kata Trump.





