Rekaman CCTV Andrie Yunus KontraS Disiram Air Keras Terekam hingga 10.000 Menit dan 2.610 Gambar

disway.id
5 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Detik demi detik, menit demi menit, rekaman CCTV saat aktivis KontraS Andrie Yunus disiram air keras terus diteliti. 

Polda Metro Jaya terus mengusut kasus penyiraman air keras terhadap seorang aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS). 

Dalam penyelidikan, polisi menganalisis puluhan kamera pengawas untuk melacak pergerakan para pelaku.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin mengatakan penyidik telah mengumpulkan rekaman dari berbagai sumber CCTV di sepanjang jalur yang diduga dilalui para pelaku.

BACA JUGA:Rekaman CCTV Andrie Yunus Disiram Air Keras di Salemba: Teriak Allahu Akbar hingga Dibantu Warga

"Total ada 86 titik kamera pengawas yang kami analisis. Terdiri dari 7 titik kamera yang diambil dari headlamp, 8 titik dari Dinas Perhubungan, serta 44 titik CCTV milik warga, rumah, perkantoran maupun bangunan yang ada di jalur perlintasan pelaku," katanya kepada awak media, Senin 16 Maret 2026.

Dari puluhan kamera tersebut, polisi memperoleh sekitar 2.610 gambar maupun video dengan total durasi lebih dari 10.000 menit rekaman.

"Dengan jumlah itu tentu membutuhkan waktu untuk melakukan analisis digital video rekaman CCTV yang ada di sepanjang jalur yang dilintasi oleh pelaku," ujarnya.

BACA JUGA:Polisi Kesulitan Lacak Pelaku Pembunuhan Ermanto Usman: TKP Sepi Saksi dan CCTV Minim

Sebelumnya, pengungkapan pengembangan dugaan penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Reynold E. Hutagalung mengatakan penyidik telah mengamankan beberapa barang bukti di TKP.

"Helm korban dilepas setelah korban disiram cairan berbahaya oleh pelaku kemudian meski kemudian ada juga pakai yang digunakan korban setelah disiram cairan berbahaya didapat barang bukti juga helm diduga milik pelaku di Jalan Salemba 1 menuju ke RSCM ini bersesuaian dengan CCTV bahwa pelaku yang mengendarai menggunakan helm tersebut," katanya kepada awak media, Senin 16 Maret 2026.

BACA JUGA:Penyidik Dalami Kasus Copet Blok M, Bukti CCTV Jadi Kunci

Kemudian korban disebut saat ini masih dalam perawatan.

"Didapatkan luka bakar pada bagian wajah sebelah kanan hingga dada, luka bakar pada tangan kanan, kemudian luka bakar pada tangan kiri," paparnya.

  • 1
  • 2
  • 3
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harga Bitcoin (BTC) Hari Ini (16/3): The Fed Disoroti, Investor Mulai Adaptasi
• 15 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Warga antusias tukar uang baru di Stasiun Gambir
• 7 jam laluantaranews.com
thumb
Penumpang Melonjak, PT KAI Daop 6 Yogyakarta Tambah Kereta Angkutan Lebaran 2026
• 17 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Sudirman hingga Thamrin Terpantau Lengang di Hari Pertama WFA Jelang Lebaran
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Menlu Iran Bantah Klaim Trump soal Negosiasi dengan AS
• 7 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.