Harga Bitcoin (BTC) Hari Ini (16/3): The Fed Disoroti, Investor Mulai Adaptasi

wartaekonomi.co.id
3 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Harga bitcoin tetap stabil bahkan cenderung menguat setelah dua minggu konflik besar di Timur Tengah. Ia terpantau cukup stabil dalam perdagangan pagi hari di Senin (16/3).

Dikutip dari Coinmarketcap, harga bitcoin baru-baru ini diperdagangkan mendekati US$72.000. Capaian tersebut lebih tinggi dibandingkan level saat perang dimulai antara Iran, Israel dan Amerika Serikat.

Baca Juga: Stanley Druckenmiller Soal Bitcoin Hingga Kripto: Solusi yang Cari Masalah

Pasar baru-baru ini menyoroti serangan terhadap target militer di Kharg Island. Ia merupakan pusat ekspor minyak utama dari Iran. Serangan tersebut dapat memicu gejolak terhadap harga minyak, yang akan berdampak terhadap harga bitcoin.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan bahwa pihaknya tidak menargetkan infrastruktur minyak dalam pulau tersebut atas dasar kemanusiaan. Namun ia memperingatkan keputusan itu dapat berubah jika pelayaran terhambat di Selat Hormuz.

Iran menanggapi dengan ancaman bahwa setiap serangan terhadap fasilitas energi akan dibalas dengan menyerang instalasi energi milik perusahaan yang bekerja sama dengan Amerika Serikat di Timur Tengah.

Meski demikian, analis menilai pasar kripto kini mulai menyesuaikan diri dengan dinamika konflik geopolitik tersebut. Pada awal perang, setiap perkembangan berita memicu volatilitas besar karena investor belum dapat mengukur risiko yang mungkin terjadi.

Namun saat ini, pola reaksi pasar mulai terbentuk mulai dari serangan militer terjadi, harga minyak melonjak, nitcoin sempat turun dan pada akhirnya kembali pulih. Pola ini berulang beberapa kali sehingga reaksi jual otomatis (sell the headline) dalam pasar kripto mulai berkurang.

Meski demikian, bitcoin masih menghadapi hambatan teknikal penting. US$73.000–US$74.000 telah menjadi area resistensi kuat yang sudah menahan kenaikan harga bitcoin sebanyak empat kali dalam dua minggu terakhir.

Adapun selain perang, perhatian pasar kini juga tertuju pada rapat kebijakan moneter dari Federal Reserve (The Fed) di 17–18 Maret. 95% peluang suku bunga diperkirakan tetap dalam kisaran 3,5%–3,75%.

Meski demikian, investor lebih fokus pada proyeksi kebijakan (dot plot) dan konferensi pers dari Ketua The Fed, Jerome Powell.

Baca Juga: Bagaimana Cara Beli Bitcoin Secara Aman? Ini Tips dan Panduannya

Jika ada sinyal bahwa kenaikan suku bunga kembali dipertimbangkan akibat lonjakan harga minyak dan risiko inflasi, aset berisiko termasuk pasar kripto berpotensi mengalami tekanan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kakorlantas Tegaskan Keselamatan Pemudik Jadi Prioritas, Satu Nyawa Sangat Berharga
• 12 jam laluviva.co.id
thumb
SIM Keliling 16 Maret 2026: Jadwal Layanan di Jakarta, Bekasi, Bogor dan Bandung
• 3 menit laluviva.co.id
thumb
Jelang Lebaran, Kemenag Ingatkan ASN Tolak Gratifikasi
• 17 jam lalutvrinews.com
thumb
Dubes Iran Tunjukkan Bukti Serangan di Sekolah Perempuan Iran hingga Tewaskan Siswa Berasal dari Pihak AS
• 13 jam lalutvonenews.com
thumb
Nassar Gelar Konser di Malam Ramadhan Bikin Heboh, Penonton Sampai Membludak
• 10 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.