Siti Badriah Bicara Terbuka soal Poligami Krisjiana, Singgung Kekurangan Diri

eranasional.com
6 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, ERANASIONAL.COM – Penyanyi dangdut populer, Siti Badriah, kembali mencuri perhatian publik dengan pengakuan mengejutkan mengenai prinsip rumah tangganya bersama suami, Krisjiana Baharudin.

Dalam sebuah sesi podcast yang dipandu oleh desainer terkenal Ivan Gunawan, Siti Badriah atau yang akrab disapa Sibad, mengungkapkan pandangannya terkait kemungkinan poligami dalam rumah tangganya. Pernyataan ini sontak menjadi sorotan karena jarang seorang istri secara terbuka membahas izin bagi suami untuk memiliki perempuan lain.

Siti Badriah menjelaskan bahwa sejak awal pernikahan, ia dan Krisjiana sudah membicarakan kemungkinan poligami. Baginya, kejujuran dan keterbukaan merupakan fondasi utama untuk menjaga rumah tangga tetap sehat.

“Kalau aku dari awal udah bilang sama Kris, kalaupun kamu mau selingkuh atau punya istri lagi, ya silakan saja, aku nggak akan melarang. Itu berarti ada kekurangan dari aku,” ujarnya.

Pernyataan itu tidak muncul karena ketidakpedulian, melainkan kesadaran diri. Siti Badriah mengaku dirinya hanyalah manusia biasa yang memiliki keterbatasan sebagai istri. Sikap terbuka ini justru dilandasi oleh pemahaman bahwa setiap individu memiliki kebutuhan dan keinginan yang berbeda.

“Kalau suatu hari suamiku merasa butuh hal lain yang aku tidak bisa penuhi, aku nggak mau jadi penghalang kebahagiaannya. Hubungan pernikahan itu tidak selalu tentang memiliki secara mutlak,” tambahnya.

Meski terdengar sangat permisif, Siti Badriah menegaskan bahwa kebebasan ini tetap memiliki batas. Ia menekankan bahwa jika suaminya benar-benar memilih jalur poligami tanpa komunikasi atau ketahuan olehnya, maka akan ada konsekuensi serius. Ia menegaskan bahwa harga diri dan ketenangan hidupnya tetap menjadi prioritas.

“Kalau sampai ketahuan sama aku, berarti jangan dekat-dekat aku lagi, jangan dekat-dekat anak-anak,” tegas Sibad.

Dengan kata lain, sikap terbuka itu bukan berarti menyerahkan segalanya tanpa syarat. Ada garis tegas yang ia tetapkan untuk menjaga diri dan anak-anaknya.

Dalam narasinya, Siti Badriah menekankan bahwa keputusan ini dibangun dari komunikasi yang matang dengan Krisjiana. Mereka percaya bahwa kejujuran sejak awal menjadi kunci untuk membangun kepercayaan dan menekan potensi konflik di masa depan. Pasangan ini menekankan bahwa setiap keputusan rumah tangga harus dibicarakan secara terbuka agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.

Sikap terbuka Siti Badriah juga mencerminkan pandangan modern tentang rumah tangga, di mana perempuan tidak hanya mengikuti norma tradisional, tetapi juga menetapkan hak dan batasannya sendiri. Menurutnya, kesadaran diri mengenai keterbatasan pribadi menjadi bagian penting dalam menjaga keharmonisan pernikahan.

“Ini bukan soal aku nggak peduli, tapi aku sadar aku manusia biasa. Aku nggak selalu bisa memenuhi semua keinginan Kris. Jadi aku pilih terbuka sejak awal daripada menimbulkan masalah di kemudian hari,” ujarnya.

Pengakuan Siti Badriah ini juga menunjukkan bagaimana komunikasi yang jujur dalam hubungan dapat menjadi alat untuk mengelola ekspektasi dan konflik. Dengan menetapkan batas yang jelas, pasangan ini berusaha menjaga keseimbangan antara kebebasan individu dan tanggung jawab dalam pernikahan.

Selain itu, Siti Badriah juga menyoroti pentingnya menjaga keharmonisan keluarga dan perlindungan anak-anak. Dengan adanya batasan yang tegas terkait poligami, ia berharap anak-anak tetap berada dalam lingkungan yang aman dan stabil. Hal ini menunjukkan bahwa sikap terbuka dalam rumah tangga tidak berarti mengorbankan peran sebagai ibu.

Pernyataan ini tentu memicu beragam reaksi dari publik. Ada yang menghargai kejujuran dan keterbukaan Siti Badriah dalam membahas isu sensitif, sementara sebagian lain menilai keputusan itu kontroversial. Namun, bagi Sibad, sikap tersebut lahir dari kesadaran diri dan rasa tanggung jawab terhadap rumah tangganya.

Dalam podcast tersebut, Siti Badriah juga menekankan bahwa meski memberikan kebebasan, ia tetap menuntut adanya kesetiaan dan kejujuran. Jika batas yang telah disepakati dilanggar, konsekuensi tegas akan diberlakukan, termasuk menjaga jarak dan melindungi anak-anak dari dampak negatif.

Pernyataan Siti Badriah ini menjadi sorotan karena menyentuh isu poligami, yang masih menjadi topik sensitif di masyarakat Indonesia. Namun, sikapnya menunjukkan perspektif yang berbeda, di mana perempuan bisa tetap kuat, menetapkan batas, dan menjaga harga diri sekaligus membangun komunikasi terbuka dengan pasangan.

Sikap Sibad ini juga bisa menjadi pelajaran bahwa rumah tangga sehat tidak selalu tergantung pada norma sosial semata, tetapi pada kesepakatan dan komunikasi yang jujur antara pasangan. Keterbukaan mengenai kemungkinan poligami, menurut Siti Badriah, bukan tentang menyerah, tetapi tentang kesadaran dan kejujuran terhadap realitas rumah tangga.

Dengan pengakuan ini, Siti Badriah kembali menegaskan citranya sebagai selebritas yang tidak hanya dikenal melalui karya musik, tetapi juga sebagai sosok yang berani membicarakan isu rumah tangga secara terbuka, bahkan soal poligami, yang sering dianggap tabu.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Iran Tak Pernah Minta Gencatan Senjata, Tegaskan Siap Pertahankan Diri Selama Diperlukan
• 9 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Perahu Tabrak Tebing di Solok Selatan, Tim SAR Cari Warga yang Hilang
• 20 jam lalutvrinews.com
thumb
[FULL] Kisah TMMD Hadir di Bulungan, Warga Rasakan Manfaat Pembangunan | KOMPAS PAGI
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
Ketentuan WFA saat Libur Nyepi dan Idulfitri 2026 dari Kemnaker
• 33 menit lalukompas.tv
thumb
27 Kilogram Kokain Ditemukan di Pesisir Kepulauan Selayar
• 22 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.