Waspadai Campak dan Cedera pada Anak Selama Mudik dan Libur Lebaran

kompas.id
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS – Di tengah maraknya penyebaran penyakit campak, keluarga dengan anak-anak yang ingin menikmati momen mudik dan libur panjang menyambut Hari Raya Idul Fitri 2026 pelu memperhatikan protolol kesehatan. Selain memastikan anak sudah divaksinasi, keluarga diimbau menghindari destinasi dengan keramaian yang padat pengunjung.

Ikatan Dokte Anak Indonesia (IDAI) menekankan bahwa persiapan yang cermat untuk mudik dan libur Lebaran menjadi kunci utama. Sebab, campak dikenal sebagai salah satu penyakit yang sangat menular, bahkan lebih cepat menyebar dibandingkan influenza.

“Langkah paling fundamental dan krusial sebelum melakukan perjalanan jauh adalah memastikan status imunisasi anak lengkap, terutama vaksin MR/MMR. Sebab, vaksinasi adalah benteng pertahanan terkuat yang bisa kita berikan kepada anak,” kata Ketua Pengurus Pusat IDAI Piprim Basarah Yanuarso yang dikutip dari siaran pers IDAI, Senin (16/3/2026).

Baca JugaCampak Meningkat, IDAI:  Lengkapi Imunisasi Anak

Piprim menjelaskan, vaksinasi dua dosis terbukti menjadi cara paling efektif untuk mencegah penularan campak yang sangat mudah menyebar. “Jika imunisasi anak sudah lengkap, perlindungannya sudah optimal, dan ini memberikan ketenangan ekstra bagi orangtua selama liburan,” ujarnya.

Selain vaksinasi, IDAI mengimbau orangtua untuk menerapkan protokol kesehatan selama dalam perjalanan. Orangtua diminta untuk menghindarkan anak-anak dari keramaian untuk mengurangi interaksi di tempat padat pengunjung. Selain itu, mengajarkan anak menjaga jarak dari individu yang menunjukkan gejala batuk atau pilek.

Ingatkan anak-anak untuk disiplin soal higienitas. Hal ini dilakukan dnegan rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta menyediakan hand sanitizer.

Ketika anak batuk, perhatikan etika batuk dan masker. Orangtua mengingatkan anak untuk menutup mulut dengan tisu atau siku saat batuk/bersin. Gunakan masker di transportasi umum atau ruang publik sebagai perlindungan ekstra dari percikan droplet.

Hal lain yakni tidak berbagi barang pribadi. Mislanya, hindari berbagi alat makan, handuk, atau botol minum.

Keselamatan anak di jalan adalah tanggungjawab mutlak orangtua.

Pipim mengatakan di musim liburan, tentunya keluarga punya agenda untuk berkunjung ke destinasi wisata. Untuk itu, IDAI juga merekomendasikan pemilihan destinasi yang bijak.

“Pilihlah destinasi di dalam ruangan. Pantau prakiraan cuaca, memastikan anak dalam kondisi fit sebelum berangkat, dan menyiapkan aktivitas alternatif di penginapan jika cuaca buruk. Untuk perjalanan darat, siapkan playlist lagu anak atau dongeng audio untuk menjaga suasana hati tetap hangat,” ujar Pipim.

Saat dalam perjalanan mudik atau libur bersama, orangtua diingatkan untuk mengantisipasi kebutuhan darurat.  IDAI merekomendasikan P3K Keluarga terdiri dari parasetamol, obat anti-mabuk, oralit, plester, perban, termometer, dan vitamin C.

Jangan lupa membawa dokumen penting mulai dari Kartu Identitas Anak (Akta Kelahiran/Kartu Keluarga/Paspor), tiket perjalanan, bukti pemesanan hotel, surat izin dari pasangan (jika bepergian sendiri), serta daftar nomor darurat (rumah sakit terdekat di jalur mudik). Termasuk pula, perlengkapan cuaca seperti jaket, jas hujan/payung, alas kaki antiselip, dan pakaian ganti.

Tidak kalah penting bekal dan hiburan, seperti  camilan sehat (buah potong, telur rebus, omelet, dan biskuit), botol minum sendiri, serta mainan atau buku untuk mengalihkan kebosanan anak.

Wapadai kasus cedera lalu lintas

Selain kesehatan, Sekretaris Umum Pengurus Pusat IDAI Hikari Ambara Sjakti mengingatkan agar orangtua memperhatikan aturan keselematan berkendara. Sebab, kasus cedera lalu lintas (road injury) masih menjadi salah satu penyebab utama kematian dan disabilitas pada anak dan remaja secara global.

”Keselamatan anak di jalan adalah tanggungjawab mutlak orangtua. Jangan pernah menganggap remeh penggunaan car seat atau sabuk pengaman. Untuk perjalanan darat, pastikan anak menggunakan perlengkapan keselamatan yang sesuai dengan usia dan berat badannya," jelas Hikari.

Hikari menegaskan, dengan perencanaan yang matang, perjalanan mudik dan liburan panjang bersama anak dapat menjadi pengalaman yang berharga dan menyenangkan bagi seluruh keluarga. Keluarga diminta untuk memahami panduan teknis aman berkendara yang aman bersama anak-anak berdasarkan rekomendasi IDAI.

Ketika menggundakan kendaraan roda empat, penggunaan car seat dan sabuk pengaman pada bayi baru lahir- 2 tahun wajib menggunakan rear-facing car seat di kursi belakang. Anak usia 2 - 5 tahun menggunakan forward-facing car seat.

Baca JugaKematian Anak akibat Kecelakaan Tinggi, Utamakan Keselamatan Mudik

Lalu, anak di atas 5 tahun menggunakan booster seat hingga sabuk pengaman dapat terpasang dengan benar (lap belt di paha atas, shoulder belt di antara bahu dan dada). Adapun anak di bawah 12 tahun sebaiknya tetap duduk di kursi belakang untuk perlindungan optimal.

 “Orangtua dilarang keras memangku anak sambil menyetir,” tegas Hikari.

Ketika menggunakan kendaraan roda dua, untuk anak di bawah 6 tahun tidak diperkenankan naik kendaraan roda dua. Ketika anak naik kendaraan roda dua, wajib menggunakan helm SNI yang sesuai ukuran kepala.

“Pastikan posisi anak di belakang pengendara dengan jumlah penumpang tidak lebih dari 2 orang,” kata Hikari.

Terkait pengemudi, Hikari mengingatkan remaja di bawah 17 tahun dilarang mengemudi karena belum memiliki legalitas (SIM). Pengemudi harus dalam kondisi sehat, tidak dalam pengaruh alkohol/obat terlarang, serta menghindari obat-obatan yang menyebabkan kantuk.

 “Istirahat cukup di rest area setiap 2-3 jam jika merasa lelah. Dilarang menggunakan alat komunikasi atau ponsel saat berkendara,” kata Hikari.

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Cegah Kemacetan Mudik, Polisi Tertibkan Pasar Ikan Gebang di Pantura
• 3 jam lalutvrinews.com
thumb
Wapres Gibran Minta Publik Percayakan Proses Hukum Kasus Penyiraman Air Keras
• 23 jam lalukompas.id
thumb
Borneo FC Tahan Imbang Persib, Maung Bandung Lebaran di Puncak Klasemen Super League
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
Paus Leo Serukan Dialog untuk Perdamaian di Timur Tengah
• 14 jam laludetik.com
thumb
Persija Jakarta Buang Peluang Kejar Persib! Dewa United Curi Poin di JIS
• 13 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.