Anggota IEA di kawasan Asia-Oseania akan lepas cadangan minyak darurat

antaranews.com
2 jam lalu
Cover Berita
Paris (ANTARA) - Badan Energi Internasional (International Energy Agency/IEA) pada Minggu (15/3) mengatakan bahwa minyak dari cadangan darurat negara-negara anggotanya di Asia dan Oseania akan segera dilepas untuk membantu menstabilkan pasar global.

Menurut pernyataan IEA, minyak dari cadangan darurat badan tersebut akan segera mulai mengalir ke pasar global. Negara-negara anggota telah menyerahkan rencana implementasinya masing-masing yang menguraikan pelepasan itu.

Cadangan yang dimiliki negara-negara anggota di Amerika dan Eropa akan mulai tersedia akhir Maret.

IEA mengatakan bahwa 32 negara anggotanya pada 11 Maret telah secara bulat sepakat untuk melepas 400 juta barel minyak guna merespons gangguan yang disebabkan oleh konflik Timur Tengah. Dari jumlah itu, sebanyak 271,7 juta barel akan berasal dari cadangan pemerintah, 116,6 juta barel dari cadangan industri yang diwajibkan, dan 23,6 juta barel dari sumber-sumber lain.

Sebanyak 72 persen dari pelepasan tersebut akan berupa minyak mentah, dan 28 persen sisanya berupa produk minyak olahan.

"Perang yang sedang berkecamuk di Timur Tengah menciptakan gangguan pasokan terbesar dalam sejarah pasar minyak global," kata IEA, seraya menambahkan bahwa pelepasan terkoordinasi tersebut merupakan tindakan darurat kolektif terbesar hingga saat ini dan akan menjadi penopang penting bagi pasokan minyak global.

Namun, badan tersebut menyampaikan bahwa pemulihan pengiriman normal melalui Selat Hormuz masih menjadi faktor paling krusial dalam menstabilkan pasar minyak.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pertamina Patra Niaga Pastikan Stok BBM Aman
• 3 jam laluharianfajar
thumb
Daftar Terbaru Tarif Listrik PLN Periode 16-22 Maret 2026
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Polres Jaksel Sita 28 Ribu Obat Keras di Jagakarsa, 2 Penjaga Toko Ditangkap
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Kondisi Finansial Zodiak 17 Maret 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, Virgo
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
KPK Sebut “Ijon” Proyek di Rejang Lebong Berpotensi Turunkan Kualitas Infrastruktur
• 3 menit lalukompas.com
Berhasil disimpan.