Lebaran Makin Dekat, Daging Sapi 'Ngadat' di Harga Normal: DPR Desak Pasar Murah Secara Masif

suara.com
9 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Rajiv NasDem soroti harga daging sapi melampaui harga acuan pemerintah nasional.
  • Pemerintah didorong intensifkan pasar murah guna tekan lonjakan harga jelang Lebaran.
  • Stok pangan nasional surplus hingga April, masyarakat diimbau tidak panik beli.

Suara.com - Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Rajiv, menyoroti stabilitas harga dan ketersediaan pangan nasional menjelang Idulfitri.

Meski memastikan stok pangan nasional dalam kondisi aman, Rajiv memberikan peringatan serius terkait lonjakan harga sejumlah komoditas, khususnya daging sapi yang mulai meresahkan masyarakat.

Berdasarkan hasil pantauannya di lapangan, harga daging sapi di tingkat pedagang eceran telah melampaui Harga Acuan Penjualan (HAP) yang ditetapkan oleh pemerintah.

“Merujuk Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional per Minggu (15/3/2026), harga daging sapi kualitas I di tingkat eceran nasional telah mencapai Rp146.600 per kilogram (kg), melebihi batas acuan,” ujar Rajiv dalam keterangan tertulisnya, Senin (16/3/2026).

Sesuai Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 12 Tahun 2024, HAP daging sapi segar dipatok seharga Rp130.000 per kg untuk bagian paha depan dan Rp140.000 per kg untuk paha belakang.

Rajiv menilai lonjakan ini perlu segera dianalisis secara mendalam oleh pemerintah guna mengidentifikasi penyebab pastinya.

“Kenaikan harga ini harus dibaca sebagai sinyal adanya lonjakan permintaan, hambatan distribusi, disparitas pasokan antardaerah, atau margin perdagangan yang terlalu tinggi,” tegasnya.

Sebagai solusi jangka pendek guna menekan harga, politisi muda ini mendorong pemerintah untuk mengintensifkan gerakan pasar murah di berbagai wilayah secara masif.

“Pasar murah merupakan instrumen intervensi tercepat untuk mengendalikan harga komoditas yang mulai merangkak naik menjelang Lebaran,” kata Rajiv.

Baca Juga: 5 Tips Membagi Waktu Kunjung ke Rumah Orang Tua dan Mertua saat Lebaran

Kendati demikian, Rajiv mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian secara berlebihan (panic buying).

Ia menjamin cadangan pangan nasional saat ini mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga bulan depan.

“Sejauh ini stok pangan kita melimpah. Neraca pangan sembilan komoditas strategis nasional diproyeksikan dalam kondisi surplus hingga April 2026,” ungkapnya.

Namun, Rajiv mengingatkan pemerintah agar tetap waspada dan tidak lengah pascahari raya.

Menurutnya, stabilitas harga dan kelancaran rantai pasok harus tetap menjadi prioritas utama demi melindungi daya beli masyarakat.

Ia memastikan Komisi IV DPR RI akan terus mengawal kebijakan ini secara ketat guna menyinkronkan ketersediaan stok dengan keterjangkauan harga di tingkat konsumen.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Luna Maya Ungkap Adegan Ekstrem Tanpa Pemeran Pengganti di Film Suzzanna
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Marak di Musim Mudik, Penyapu Koin di Jalur Pantura Indramayu–Subang Ditertibkan Polisi
• 9 jam lalurctiplus.com
thumb
Dramatis, Damkar Bekasi Panjat Tower 20 Meter demi Remaja yang Diduga Punya Masalah Asmara
• 11 jam lalukompas.com
thumb
ASN Pemkab Garut Mulai WFA 17 Maret, Sekda Ingatkan Tetap Disiplin
• 6 jam lalutvrinews.com
thumb
NasDem Sulsel Konsolidasi di Takalar, Syaharuddin Alrif Tekankan Kerja Politik untuk Rakyat
• 22 jam laluterkini.id
Berhasil disimpan.