Dramatis, Damkar Bekasi Panjat Tower 20 Meter demi Remaja yang Diduga Punya Masalah Asmara

kompas.com
11 jam lalu
Cover Berita

BEKASI, KOMPAS.com – Penyelamatan seorang remaja laki-laki berinisial MRH (15), warga Kelurahan Jatirasa, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, berlangsung dramatis setelah ia nekat menaiki tower GSM setinggi sekitar 20 meter pada Sabtu (14/3/2026) dini hari.

Tim rescue dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bekasi harus memanjat tower dalam kondisi penerangan terbatas serta menghadapi struktur tiang yang dinilai tidak terlalu kokoh.

Proses pembujukan hingga evakuasi akhirnya berhasil dilakukan setelah petugas melakukan pendekatan persuasif kepada korban.

Baca juga: 16 Petugas Damkar Diterjunkan Evakuasi Remaja yang Panjat Tower 20 Meter di Bekasi

Pendekatan persuasif untuk membujuk korban

Komandan Rescue Kompi A Disdamkarmat Kota Bekasi, Hendrick, mengatakan timnya berupaya menenangkan korban dengan pendekatan emosional agar bersedia turun dari tower.

“Saya sempat beri motivasi ke dia. ‘Kamu masih kecil. Kasihan orang tua kamu, perjalanan kamu masih panjang,’” ujar Hendrick saat dikonfirmasi Kompas.com, Minggu (15/3/2026).

Menurut Hendrick, MRH diduga sedang mengalami tekanan psikologis yang mendorongnya melakukan aksi tersebut.

Petugas kemudian mencoba menenangkan korban dengan merangkulnya sambil memberikan dukungan moral.

“Terus saya rangkul dia sambil saya yakinkan. ‘Sudah, kamu jangan malu nanti sama teman-teman kamu, semua manusia pasti punya kekurangan dan kesalahan. Yakin ya Dek?’” kata Hendrick.

Baca juga: Momen Damkar Bekasi Bujuk Remaja yang Nekat Naik Tower GSM: Perjalananmu Masih Panjang

Korban sempat menolak turun

Hendrick mengungkapkan bahwa saat berada di atas tower, korban sempat menolak untuk turun.

“Awal di atas dia menolak dan membantah. Cuma saya peluk langsung. Alhamdulillah dia mau turun,” kata Hendrick.

Ia menduga aksi tersebut dipicu persoalan asmara yang dialami korban.

“Benar, faktor asmara. Umur segitu kan namanya cinta monyet,” ujarnya.

Meski demikian, Hendrick menilai faktor psikologis dan tekanan lingkungan juga dapat memengaruhi kondisi korban.

“Tapi dicampur asmara itu memang ada faktor psikis juga, tekanan dari orang tua atau lingkungan,” kata dia.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Hendrick juga mengingatkan keluarga dan warga sekitar agar tidak menjadikan peristiwa tersebut sebagai bahan ejekan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mudik Gratis Polri Presisi 2026 Dibuka: Kuota 2.500 Orang, Tujuan Jawa Tengah dan Yogyakarta
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
Dirlantas Polda Jatim Bagikan Tips Aman Mudik Lebaran 2026
• 22 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
One Battle After Another Rebut Piala Oscar untuk Kategori Best Casting
• 11 jam lalumediaindonesia.com
thumb
DJP Perkuat Pengawasan Wajib Pajak Lewat Teknologi Analitik Data
• 16 jam laluidxchannel.com
thumb
Kapolda Metro Jaya: Penanganan Kasus Andrie Yunus Ditangani Secara Profesional
• 45 menit lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.