CASSANDRA Kulukundis, pengarah peran (casting director) untuk film One Battle After Another, resmi dinobatkan sebagai pemenang pertama dalam kategori Best Casting dalam Academy Awards ke-98. Kemenangan ini menandai pertama kalinya kategori tersebut diberikan sejak Academy memperkenalkan kategori Film Animasi Terbaik pada tahun 2001 silam.
Kulukundis berhasil unggul atas nomine kuat lainnya, yaitu Nina Gold (Hamnet), Jennifer Venditti (Marty Supreme), Francine Maisler (Sinners), dan Gabriel Domingues (The Secret Agent). Kemenangan ini menjadi pengakuan besar bagi cabang Casting Directors yang baru dibentuk pada Juli 2013 dan kini telah memiliki hampir 160 anggota.
Dalam pidato kemenangannya, Kulukundis yang merupakan kolaborator setia sutradara Paul Thomas Anderson ini mengungkapkan betapa pentingnya pengakuan terhadap profesi mereka. "Kenyataannya adalah, tidak ada yang tahu apa yang kami lakukan. Mereka tidak memahaminya," ujarnya.
Baca juga : Bintang "Sinners" Hidupkan Nuansa Blues Lewat "I Lied to You" di Oscar 2026
Ia menambahkan pekerjaan mereka sering kali dilakukan dalam kesendirian yang unik. "Kami berada di penjara bawah tanah yang aneh ini sendirian. Ini adalah sebuah seni, dan ini juga merupakan sains, karena kami harus berurusan dengan DNA, dan saya menganggapnya sangat serius."
Salah satu pencapaian terbesar Kulukundis dalam film ini adalah penemuan Chase Infiniti untuk memerankan karakter Willa, putri remaja dari Bob Ferguson (seorang mantan revolusioner).
Dalam prosesnya, Kulukundis melakukan pencarian yang sangat spesifik untuk menemukan aktris yang tepat guna memerankan karakter dengan latar belakang etnis campuran (mixed race).
Baca juga : Transformasi 400 Jam Jacob Elordi Antarkan 'Frankenstein' Raih untuk Best Makeup and Hairstyling Oscar 2026
"Kami tahu DNA-nya. Dia berdarah campuran, jadi dia memiliki orang tua kulit putih dan orang tua kulit hitam. Dia adalah seorang prajurit dan dia sangat hebat," ungkap Kulukundis saat menceritakan kriteria karakter Willa. Ia mengaku sangat agresif dalam mencari bakat, bahkan mendatangi turnamen hingga mengamati orang-orang di jalanan demi menemukan sosok yang sesuai.
Pilihan akhirnya jatuh kepada Chase Infiniti setelah Kulukundis melihat kemampuan menarinya. Kulukundis mengenang, "Saya pernah melihat Chase menari, dan saya berpikir, 'Jika dia bisa berakting, saya tahu saya bisa mengajarinya seni bela diri.'" Ternyata, Infiniti sudah memiliki dasar seni bela diri, yang membuatnya langsung menempati posisi teratas dalam daftar kandidat.
Melihat respons luar biasa penonton terhadap penampilan Infiniti, Kulukundis menyebut aktris muda tersebut sebagai manusia yang benar-benar unik. "Dia adalah perwujudan dari istilah 'A Star Is Born'; untuk itulah frasa itu dibuat," tegasnya.
Kemenangan perdana dalam kategori Best Casting ini diharapkan dapat memberikan pemahaman lebih luas kepada publik mengenai peran krusial pengarah peran dalam menyatukan jajaran aktor yang mampu menghidupkan visi sebuah film. (Variety/Z-2)




