GELARAN Academy Awards ke-98 yang berlangsung di Dolby Theatre, Minggu (15/3) waktu setempat, menjadi momen bersejarah bagi sutradara Paul Thomas Anderson. Setelah mengantongi 14 nominasi tanpa kemenangan sepanjang kariernya, Anderson akhirnya membawa pulang piala Oscar pertamanya melalui kategori Best Adapted Screenplay untuk film One Battle After Another.
Film One Battle After Another, yang merupakan adaptasi bebas dari novel Vineland karya Thomas Pynchon, tampil dominan dalam kategori skenario. Anderson berhasil unggul atas sejumlah pesaing kuat, termasuk Guillermo del Toro (Frankenstein) dan Chloé Zhao (Hamnet). Kemenangan ini melengkapi pencapaian Anderson yang sebelumnya telah menyapu bersih kategori serupa di ajang Golden Globes, BAFTA, dan WGA Awards.
Selain kategori skenario, film yang dibintangi Leonardo DiCaprio ini juga mencetak sejarah dengan memenangkan penghargaan Best Casting perdana yang baru diadakan tahun ini. Aktor senior Sean Penn turut menyumbangkan piala melalui kategori Best Supporting Actor atas perannya sebagai Col. Steven J. Lockjaw dalam film yang sama.
Baca juga : Prediksi Oscar 2026: Persaingan Sengit "Sinners" vs "One Battle", Siapa Pemenang Best Picture?
Persaingan ketat terjadi antara One Battle After Another dan film thriller vampir karya Ryan Coogler, Sinners. Meskipun Sinners memecahkan rekor dengan 16 nominasi, film tersebut harus puas dengan beberapa kemenangan kunci, salah satunya di kategori Best Original Screenplay. Coogler berhasil mengamankan piala tersebut setelah sebelumnya juga menang di Critics’ Choice dan BAFTA.
Di kategori akting, persaingan utama melibatkan talenta muda dan veteran. Amy Madigan berhasil meraih piala Best Supporting Actress melalui film Weapons. Sementara itu, kategori utama seperti Best Picture, Best Actor, dan Best Actress menjadi sorotan utama dengan nama-nama seperti Timothée Chalamet (Marty Supreme) dan Jessie Buckley (Hamnet) yang masuk dalam bursa pemenang terkuat tahun ini.
Dalam pidato kemenangannya, Paul Thomas Anderson menyampaikan pesan mendalam terkait motivasinya menulis skenario tersebut. "Saya menulis film ini untuk anak-anak saya, sebagai bentuk permintaan maaf atas kekacauan rumah tangga (dunia) yang kita tinggalkan untuk mereka warisi," ujar Anderson di atas panggung.
Kemenangan ini menandai pergeseran peta kekuatan di industri perfilman Hollywood, di mana sutradara visioner yang lama dinantikan kemenangannya akhirnya mendapatkan pengakuan tertinggi dari Academy of Motion Picture Arts and Sciences. (The Guardian/Z-2)




