Minim Dermaga, Pelabuhan Merak Diprediksi Chaos saat Mudik Lebaran

jpnn.com
2 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com - Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono (BHS) memperingatkan potensi terjadinya kekacauan (chaos) di Pelabuhan Merak Banten pada musim mudik Lebaran 2026 mendatang. 

Hal ini dipicu oleh ketimpangan antara jumlah kapal yang tersedia dengan minimnya fasilitas dermaga sandar. 

BACA JUGA: Menhub Dudy Pantau Persiapan Mudik di Merak, Perhatikan Lonjakan Pemudik Sejak Awal

Pria yang akrab disapa BHS ini mengungkap bahwa dari total 72 kapal yang disiapkan untuk melayani rute Merak - Bakauheni hanya sekitar 28 kapal yang dapat beroperasi secara optimal. 

Sisanya terpaksa tidak dioperasikan karena keterbatasan infrastruktur dermaga. 

BACA JUGA: Jika Tak Ditangkap KPK, Bupati Cilacap Syamsul Auliya Bakal Memeras Lagi

Penambahan jumlah kapal dinilai sia-sia jika tidak dibarengi dengan perluasan fasilitas sandar. 

Keterbatasan dermaga menghambat flow (aliran) kendaraan yang berisiko memicu antrean panjang dan kepadatan ekstrem di area pelabuhan. 

BACA JUGA: Begini Modus Bupati Cilacap Syamsul yang Kena OTT KPK Peras Anak Buah untuk THR

Dari itu, pemerintah diminta segera melakukan langkah konkret penambahan dermaga guna meningkatkan kapasitas angkut pelayanan penyeberangan. 

“Situasi ini sudah berlarut larut bertahun-tahun yang menyebabkan kemacetan parah di lintasan Merak-Bakauheuni pada saat musim libur lebaran dan tahun baru," ungkap BHS, Senin (16/3/2026).

"Sangat ironis antrean kendaraan logistik dan penumpang yang sangat panjang tapi sebagian besar kapal malah tidak beroperasi karena keterbatasan dermaga. Dari total 72 kapal yang tersedia, yang bisa beroperasi hanya 28 kapal di tujuh dermaga. Satu dermaga hanya bisa melayani sekitar empat kapal. Artinya ada sekitar 44 kapal atau 60 persen lebih kapal tidak dapat dioperasikan. Padahal kapa dalam keadaan siap dan layak beroperasi," sambung BHS. 

Kondisi tersebut dinilai menjadi masalah serius. Dan Masyarakat selalu dikorbankan harus mengantri akibat kebijakan Pemerintah yang tidak segera menyelesaikan permasalahan dengan melakukan pembangunan dermaga baru tersebut. 

Apalagi dengan danya kelancaran tol yang mengakibatkan kelancaran sehingga membuat jumlah kendaraan baik logistik maupun penumpang yang menuju ke penyebrangan Merak-Bakauheni meningkat pada saat musim mudik dan libur panjang. 

Pada saat permintaan meningkat kapasitas angkut pelayanan justru tidak dapat dimaksimalkan.

“Pada saat peak season masyarakat membutuhkan angkutan, tetapi kapal tidak bisa dioperasikan karena keterbatasan dermaga,” kata BHS yang juga menjabat sebagai ketua dewan pembina Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI). 

BHS menegaskan bahwa solusi paling mendesak adalah menambah jumlah dermaga di Pelabuhan Merak. Dari yang saat ini berjumlah tujuh dermaga, pemerintah diminta segera menambah setidaknya tiga dermaga baru dalam waktu dekat.

Dengan penambahan tersebut, kapasitas sandar kapal dapat meningkat signifikan. Dengan memanfaatkan kapal yang saat ini dibiarkan tidak difungsikan. Tiga dermaga tambahan diperkirakan mampu menampung sekitar 12 kapal tambahan untuk beroperasi secara bersamaan.

“Kalau ditambah tiga dermaga, kita bisa menampung sekitar 12 kapal tambahan. Itu sudah sama dengan bertambah sekitar 50 persen dari total kapasitas angkut Dari total kapasitas angkut terpasang yang tersedia. Sehingga antrean kendaraan yang akan menggunakan kapal penyebrangan akan jauh lebih lancar,” tegas BHS. 

Ia juga mengingatkan bahwa kebutuhan angkutan penyeberangan saat ini terus meningkat di lintasan Merak-Bakauheni terutama untuk transportasi logistik, transportasi publik dan penumpang. Dimana transportasi logistik di lintasan tersebut naik setiap tahunnya mencapai 10-12 persen per tahun.

Menurutnya, jika penambahan infrastruktur tidak segera dilakukan, maka dalam beberapa tahun ke depan kapasitas angkutan penyeberangan di Merak Bakauheni dikhawatirkan tidak lagi mampu menampung lonjakan kendaraan maupun distribusi logistik di lintasan tersebut. Dan bila kongesti ini terjadi kemacetan akan meresahkan publik dan menghambat pertumbuhan ekonomi nasional. 

"Harusnya pemerintah tidak menambah jumlah kapal, yang malah akhirnya bisa menambah deretan kapal-kapal yang tidak bisa dioperasikan atau menambah deretan kapal yang hanya untuk off makin panjang. Kalau ingin menambah kapasitas angkut seharusnya pemerintah segera melakukan penambahan dermaga," terang BHS. 

“Karena itu, penambahan infrastruktur dermaga menjadi langkah penting agar kapasitas layanan penyeberangan dapat mengantisipasi peningkatan jumlah kendaraan dalam tahun tahun ke depan," tutup BHS. (mcr35/jpnn)

Simak! Video Pilihan Redaksi:


Redaktur : M. Fathra Nazrul Islam
Reporter : Cuci Hati


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Perang Memanas! Iran Peringatkan Warga UEA Jauhi Pelabuhan, Trump Klaim Segera Buka Selat Hormuz
• 21 jam lalukompas.tv
thumb
Integrasi Sistem BPJS Percepat Penanganan Kasus Kecelakaan Kerja bagi Pekerja 
• 10 jam laluliputan6.com
thumb
Ketum PITI Serian Ingatkan Bangsa Indonesia Hindari Polarisasi Efek Perang Timur Tengah
• 15 jam lalurepublika.co.id
thumb
Sahur Tak Lagi Sekadar Makan, Ternyata Aktivitas Digital Ikut Naik Lho!
• 18 jam laluherstory.co.id
thumb
AS Tawarkan Hadiah 10 Juta Dolar untuk Informasi Tentang Mojtaba Khamenei
• 18 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.