Liputan6.com, Jakarta - Musim mudik Lebaran yang datang setiap tahun, selalu ditunggu jutaan kaum muslimin di Indonesia. Namun, antusiasme ini kerap diiringi dengan kepadatan lalu lintas yang luar biasa, terutama di jalur utama menuju Jawa Timur (Jatim).
Kemacetan panjang bukan hanya membuat perjalanan melelahkan, namun juga berpotensi menimbulkan risiko keselamatan bagi para pemudik. Oleh karena itu, mencari jalur alternatif yang lebih lancar menjadi strategi penting agar perjalanan tetap nyaman dan aman.
Advertisement
Informasi mengenai jalur alternatif ini bisa menjadi penyelamat. Jalur-jalur ini tidak hanya menawarkan perjalanan yang lebih lancar, tetapi juga memberi kesempatan untuk menikmati pemandangan sepanjang perjalanan. Selain itu, memanfaatkan jalur alternatif seringkali membantu menghemat waktu dan mengurangi stres akibat macet, sehingga pengalaman mudik menjadi lebih menyenangkan.
Kepolisian Daerah (Polda) Jatim sudah memetakan titik rawan kemacetan, kecelakaan dan titik lelah. Pemetaan dilakukan di jalur arteri maupun jalan tol di wilayah Jatim.
Untuk jalur arteri, polisi memetakan sejumlah lintasan utama, mulai dari jalur Pantura (pantai utara), jalur tengah, jalur selatan, kawasan Tapal Kuda, hingga jalur timur.
“Pintu masuk Jatim dari perbatasan Jawa Tengah melalui beberapa titik, salah satunya jalur arteri Tuban yang berbatasan langsung dengan Rembang. Jalur ini hingga saat ini masih menjadi tumpuan kendaraan logistik, khususnya kendaraan berat yang tidak melalui jalan tol,” kata Dirlantas Polda Jatim Kombes Pol Iwan Saktiadi, Sabtu (14/3/2026).




