Jakarta (ANTARA) - Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PP PBVSI) menyiapkan proses naturalisasi empat pemain muda asal Brasil sebagai bagian dari strategi memperkuat tim nasional dalam proyeksi jangka panjang menuju Olimpiade Brisbane 2032.
Ketua Umum PP PBVSI Imam Sudjarwo mengatakan saat ini federasi masih mempersiapkan kelengkapan administrasi sebelum membahas rencana tersebut bersama pemerintah.
“Semua naturalisasi yang pernah saya sampaikan itu ada dua putra, dua putri. Sekarang kami lagi proses mempersiapkan administrasi dan dalam waktu dekat saya mau menghadap Menpora untuk membicarakan masalah ini,” kata Imam dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu.
Ia menjelaskan setelah pembahasan dengan pemerintah rampung, proses naturalisasi akan dilanjutkan melalui mekanisme yang berlaku, termasuk pengajuan persetujuan kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.
Imam menyebut naturalisasi menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan kualitas dan kedalaman skuad timnas, sekaligus menciptakan persaingan positif bagi pemain lokal.
“Kenapa harus naturalisasi? Tentu kami punya proses yang panjang yaitu kita ingin menuju ke Olimpiade Brisbane 2032. Sehingga kami mempersiapkan tim yang bagus itu yang pertama. Kemudian yang kedua supaya bisa membangun motivasi bagi atlet-atlet nasional,” ujarnya.
PBVSI, kata dia, membidik pemain berusia sekitar 17 tahun agar memiliki waktu pembinaan yang cukup panjang sehingga dapat mencapai performa optimal saat target Olimpiade 2032.
“Pokoknya umur yang masih muda yang kami ambil sehingga punya jangka panjang,” katanya.
Ia memastikan program naturalisasi tidak akan menghambat pembinaan atlet dalam negeri. PBVSI tetap menjalankan program pembinaan melalui berbagai inisiatif, termasuk tim Jakarta Garuda Jaya serta pengiriman pemain muda ke ajang internasional.
“Kami juga tidak ingin mematikan dari atlet nasional. Tidak boleh. Kami boleh naturalisasi tetapi juga kami ada persentasenya,” kata Imam.
Lebih lanjut ia mengatakan keempat pemain tersebut telah menyatakan kesediaan untuk bergabung, meskipun proses administrasi dan kajian regulasi masih berjalan.
“Pada intinya, empat ini sudah siap karena mereka sudah diinfokan dan mereka mau,” ujarnya.
Selain itu, PBVSI juga berencana menambah pelatih asal Brasil untuk memperkuat tim voli putra Indonesia yang dijadwalkan mengikuti sejumlah kejuaraan internasional pada tahun ini.
Baca juga: Menpora: AVC 2026 di Pontianak momentum dorong industri olahraga
Baca juga: Indonesia punya dua misi di AVC Mens Volleyball Champions League 2026
Ketua Umum PP PBVSI Imam Sudjarwo mengatakan saat ini federasi masih mempersiapkan kelengkapan administrasi sebelum membahas rencana tersebut bersama pemerintah.
“Semua naturalisasi yang pernah saya sampaikan itu ada dua putra, dua putri. Sekarang kami lagi proses mempersiapkan administrasi dan dalam waktu dekat saya mau menghadap Menpora untuk membicarakan masalah ini,” kata Imam dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu.
Ia menjelaskan setelah pembahasan dengan pemerintah rampung, proses naturalisasi akan dilanjutkan melalui mekanisme yang berlaku, termasuk pengajuan persetujuan kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.
Imam menyebut naturalisasi menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan kualitas dan kedalaman skuad timnas, sekaligus menciptakan persaingan positif bagi pemain lokal.
“Kenapa harus naturalisasi? Tentu kami punya proses yang panjang yaitu kita ingin menuju ke Olimpiade Brisbane 2032. Sehingga kami mempersiapkan tim yang bagus itu yang pertama. Kemudian yang kedua supaya bisa membangun motivasi bagi atlet-atlet nasional,” ujarnya.
PBVSI, kata dia, membidik pemain berusia sekitar 17 tahun agar memiliki waktu pembinaan yang cukup panjang sehingga dapat mencapai performa optimal saat target Olimpiade 2032.
“Pokoknya umur yang masih muda yang kami ambil sehingga punya jangka panjang,” katanya.
Ia memastikan program naturalisasi tidak akan menghambat pembinaan atlet dalam negeri. PBVSI tetap menjalankan program pembinaan melalui berbagai inisiatif, termasuk tim Jakarta Garuda Jaya serta pengiriman pemain muda ke ajang internasional.
“Kami juga tidak ingin mematikan dari atlet nasional. Tidak boleh. Kami boleh naturalisasi tetapi juga kami ada persentasenya,” kata Imam.
Lebih lanjut ia mengatakan keempat pemain tersebut telah menyatakan kesediaan untuk bergabung, meskipun proses administrasi dan kajian regulasi masih berjalan.
“Pada intinya, empat ini sudah siap karena mereka sudah diinfokan dan mereka mau,” ujarnya.
Selain itu, PBVSI juga berencana menambah pelatih asal Brasil untuk memperkuat tim voli putra Indonesia yang dijadwalkan mengikuti sejumlah kejuaraan internasional pada tahun ini.
Baca juga: Menpora: AVC 2026 di Pontianak momentum dorong industri olahraga
Baca juga: Indonesia punya dua misi di AVC Mens Volleyball Champions League 2026





