Jakarta (ANTARA) - Asisten Pelatih Hangtuah Jakarta Antonius Ferry Rinaldo menyatakan timnya gagal menjaga keunggulan sehingga kalah 73-77 melawan Bogor Hornbills dalam pertandingan Indonesian Basketball League (IBL) 2026, di GOR Laga Tangkas, Kabupaten Bogor, Minggu (15/3) malam.
Menurut dia, timnya sebenarnya sempat memiliki peluang besar untuk mengamankan kemenangan setelah memimpin perolehan poin pada dua kuarter awal pertandingan.
"Kami sebenarnya mempunyai momentum untuk dapat mengambil kemenangan, terbukti kami di dua kuarter awal memimpin dengan selisih sembilan poin," kata pelatih yang kerap disapa Coach Inal itu seusai pertandingan.
Dia menjelaskan, momentum tersebut tidak mampu dipertahankan oleh timnya, terutama ketika memasuki kuarter ketiga.
Pada periode itu, tuan rumah mampu mencetak poin beruntun hingga mengejar ketertinggalan dan berbalik unggul.
Baca juga: Bogor Hornbills sapu bersih Hangtuah Jakarta di IBL 2026
Lebih lanjut dia menjelaskan, kebangkitan lawan juga dipengaruhi sejumlah kesalahan yang dilakukan pemain Hangtuah, termasuk lima turnover yang dimanfaatkan dengan baik oleh Hornbills untuk mendulang poin.
Tim pelatih sempat mencoba memutus momentum tersebut dengan meminta time-out, namun tekanan dari lawan membuat Diftha Pratama dan kawan-kawan kesulitan kembali ke ritme permainan.
Pergantian pemain di posisi guard juga dilakukan beberapa kali untuk mencari komposisi yang lebih efektif, tetapi upaya tersebut belum mampu mengangkat performa tim.
Baca juga: Pelatih: Laga lawan Hangtuah performa terburuk Hornbills di musim 2026
Pada kuarter keempat, tambah Coach Inal, guard lawan yakni Antoni Erga tampil menonjol dengan sejumlah penetrasi dan lemparan bebas (free throw). Selain itu, Erga juga dinilai mampu menciptakan peluang bagi rekan setimnya Travin Thibodeaux, sehingga semakin menyulitkan pertahanan tim tamu.
Point guard Hangtuah Jakarta Muhammed Aofar Hedyan menambahkan timnya perlu meningkatkan ketenangan ketika menghadapi tekanan lawan agar mampu menjaga konsistensi permainan.
"Seharusnya memang para pemain lokal harus lebih tenang lagi supaya kami bisa keluar dari tekanan lawan," ujar dia.
Hasil pertandingan tersebut, membuat Bogor Hornbills tetap kokoh di peringkat kedua klasemen sementara liga, dengan mencatatkan rekor 12-2 (menang-kalah) dan mengemas total 26 poin.
Sementara Hangtuah Jakarta, harus puas berada di posisi kelima dengan rekor laga 6-7 dan mengumpulkan total 19 poin.
Baca juga: KBS curi kemenangan di kandang Rans Simba Bogor lewat overtime
Menurut dia, timnya sebenarnya sempat memiliki peluang besar untuk mengamankan kemenangan setelah memimpin perolehan poin pada dua kuarter awal pertandingan.
"Kami sebenarnya mempunyai momentum untuk dapat mengambil kemenangan, terbukti kami di dua kuarter awal memimpin dengan selisih sembilan poin," kata pelatih yang kerap disapa Coach Inal itu seusai pertandingan.
Dia menjelaskan, momentum tersebut tidak mampu dipertahankan oleh timnya, terutama ketika memasuki kuarter ketiga.
Pada periode itu, tuan rumah mampu mencetak poin beruntun hingga mengejar ketertinggalan dan berbalik unggul.
Baca juga: Bogor Hornbills sapu bersih Hangtuah Jakarta di IBL 2026
Lebih lanjut dia menjelaskan, kebangkitan lawan juga dipengaruhi sejumlah kesalahan yang dilakukan pemain Hangtuah, termasuk lima turnover yang dimanfaatkan dengan baik oleh Hornbills untuk mendulang poin.
Tim pelatih sempat mencoba memutus momentum tersebut dengan meminta time-out, namun tekanan dari lawan membuat Diftha Pratama dan kawan-kawan kesulitan kembali ke ritme permainan.
Pergantian pemain di posisi guard juga dilakukan beberapa kali untuk mencari komposisi yang lebih efektif, tetapi upaya tersebut belum mampu mengangkat performa tim.
Baca juga: Pelatih: Laga lawan Hangtuah performa terburuk Hornbills di musim 2026
Pada kuarter keempat, tambah Coach Inal, guard lawan yakni Antoni Erga tampil menonjol dengan sejumlah penetrasi dan lemparan bebas (free throw). Selain itu, Erga juga dinilai mampu menciptakan peluang bagi rekan setimnya Travin Thibodeaux, sehingga semakin menyulitkan pertahanan tim tamu.
Point guard Hangtuah Jakarta Muhammed Aofar Hedyan menambahkan timnya perlu meningkatkan ketenangan ketika menghadapi tekanan lawan agar mampu menjaga konsistensi permainan.
"Seharusnya memang para pemain lokal harus lebih tenang lagi supaya kami bisa keluar dari tekanan lawan," ujar dia.
Hasil pertandingan tersebut, membuat Bogor Hornbills tetap kokoh di peringkat kedua klasemen sementara liga, dengan mencatatkan rekor 12-2 (menang-kalah) dan mengemas total 26 poin.
Sementara Hangtuah Jakarta, harus puas berada di posisi kelima dengan rekor laga 6-7 dan mengumpulkan total 19 poin.
Baca juga: KBS curi kemenangan di kandang Rans Simba Bogor lewat overtime





