Editorial MI: Ujian HAM dan Demokrasi untuk Negara

metrotvnews.com
2 jam lalu
Cover Berita

SERANGAN penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus pada Kamis, 12 Maret 2026, malam bukan sekadar tindak kriminal biasa. Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indonesia.

Tindakan kekerasan yang terjadi setelah Andrie Yunus menyelesaikan rekaman siniar di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia itu menjadi sinyal bahaya bagi kebebasan sipil, khususnya bagi para pembela HAM yang selama ini bekerja untuk kepentingan publik.

Oleh karena itu, perintah Presiden Prabowo Subianto kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk mengusut tuntas kasus ini patut diapresiasi. Arahan tersebut harus menjadi komitmen nyata bagi kepolisian untuk bertindak cepat, profesional, transparan, dan tidak berlarut-larut dalam mengungkap pelaku serta motif di balik serangan tersebut.

Serangan terhadap Andrie Yunus yang mengakibatkan luka bakar hingga 24 persen pada tubuhnya menunjukkan ancaman terhadap aktivis masih nyata. Padahal, para pembela HAM menjalankan peran penting dalam menjaga keseimbangan demokrasi.

Mereka menyuarakan kepentingan masyarakat, khususnya kelompok rentan dan termarginalkan, yang sering kali tidak memiliki akses terhadap kekuasaan.

Jika tindakan teror semacam ini dibiarkan tanpa penyelesaian yang jelas, dampaknya akan sangat serius. Tidak hanya terhadap korban, tetapi juga terhadap iklim demokrasi secara keseluruhan. Para aktivis, advokat, dan pembela HAM bisa hidup dalam bayang-bayang ketakutan ketika menjalankan tugas mereka.

Situasi ini jelas berbahaya bagi demokrasi yang sehat, karena kritik dan perbedaan pandangan merupakan bagian penting dari kehidupan bernegara.

Negara memiliki kewajiban konstitusional untuk melindungi warga dari rasa takut dan ancaman kekerasan. Hal itu ditegaskan dalam Pasal 28G UUD 1945 yang menjamin hak setiap orang atas rasa aman.

Selain itu, Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM menegaskan setiap orang berhak memperjuangkan HAM tanpa intimidasi, ancaman, maupun kekerasan.

Baca Juga:  Kasus Penyiraman Air Keras, LPSK Berikan Perlindungan Darurat ke Aktivis KontraS



Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus. Foto- Metro TV/Fachri

Kasus Andrie Yunus juga menjadi ujian serius bagi komitmen Indonesia di panggung internasional. Pada 2026, Indonesia dipercaya memegang posisi Presiden Dewan HAM Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Kepercayaan tersebut tentu membawa tanggung jawab moral dan politik untuk menunjukkan Indonesia benar-benar menghormati dan melindungi HAM, tidak hanya dalam retorika, tetapi juga pada praktiknya di dalam negeri.

Seluruh sumber daya kepolisian perlu dikerahkan agar pelaku dapat segera ditangkap dan diproses secara hukum. Ketegasan penegakan hukum menjadi kunci untuk memulihkan rasa keadilan sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.

Para pelaku serangan ini layak dijerat dengan pasal berat. Tindakan penyiraman air keras yang berpotensi merenggut nyawa korban dapat dikategorikan sebagai percobaan pembunuhan berencana sebagaimana diatur dalam Pasal 459 KUHP baru.

Hukuman berat diperlukan agar memberikan efek jera sekaligus menjadi pesan tegas, negara tidak akan menoleransi teror terhadap pembela HAM.

Demokrasi tidak akan tumbuh dalam suasana ketakutan. Demokrasi hanya dapat berkembang apabila kebebasan sipil dilindungi dan kritik dihargai sebagai bagian dari proses memperbaiki negara.

Oleh karena itu, pengusutan tuntas kasus ini tidak hanya soal menegakkan hukum, tetapi juga tentang menjaga martabat demokrasi Indonesia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Donald Trump Klaim Militer AS Dominasi Perang Lawan Iran: Sebagian Militer Mereka Hilang!
• 18 jam lalukompas.tv
thumb
Petani Sawit Desak Purbaya Kaji Ulang Kenaikan Pungutan Ekspor CPO
• 9 jam lalubisnis.com
thumb
KPK Pastikan Penindakan Tetap Berjalan Meski Masuki Libur Lebaran
• 8 jam laluokezone.com
thumb
7 Alasan Mengapa Trump Disebut Tak Menang Perang Lawan Iran?
• 2 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Kapolri Jamin Keselamatan Masyarakat yang Berikan Informasi soal Penyiraman Air Keras pada Aktivis
• 16 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.