Jakarta (ANTARA) - Pelatih Bogor Hornbills Cesar Camara Peres menilai kemenangan 77-83 melawan Hangtuah Jakarta, di GOR Laga Tangkas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (15/3) malam, adalah penampilan terburuk timnya selama menjalani Indonesian Basketball League (IBL) 2026.
Menurut dia, kemenangan itu tidak mencerminkan performa sebenarnya alias di bawah standar biasanya, dari Muhammad Fhirdan Guntara dan kawan-kawan.
"Pertandingan kali ini (melawan Hangtuah) adalah yang terburuk bagi selama 3 bulan terakhir, termasuk saat pre-season karena tim bermain sangat buruk," kata Camara seusai pertandingan.
Dia menjelaskan, timnya kehilangan kontrol permainan dalam waktu cukup lama, terutama dari sisi pertahanan dan pengelolaan emosi pemain.
Dia menjelaskan, Hornbills bahkan sempat bermain terlalu individual dan keluar dari ritme tim selama sebagian besar pertandingan.
Baca juga: Bogor Hornbills sapu bersih Hangtuah Jakarta di IBL 2026
Peres menyebut perubahan baru terlihat pada 15 menit terakhir ketika para pemain mulai kembali menjalankan sistem permainan tim.
Pada fase tersebut, para pemain mampu memperbaiki performa hingga akhirnya membalikkan keadaan dan mengamankan kemenangan.
Pelatih asing itu juga mengapresiasi sejumlah pemain yang dinilai berperan penting dalam kebangkitan tim, termasuk Fhirdan yang dinilai tampil disiplin dalam menjaga pertahanan meski tidak mencetak angka.
Small forward Bogor Hornbills Muhammad Fhirdan Guntara menambahkan, tim sempat menghadapi situasi sulit di tengah pertandingan karena adanya ketegangan antarpemain asing yang memengaruhi fokus permainan.
Para pemain, tambah dia, mampu meredam emosi dan kembali mengikuti instruksi pelatih sehingga dapat membalikkan momentum pertandingan hingga memastikan kemenangan.
"Kuncinya karena kami berhasil memecahkan masalah di tim, akhirnya kami menjalankan rencana pelatih dan kembali bermain solid," ujar adik dari pemain Pelita Jaya Jakarta Reza Guntara itu.
Baca juga: Garbelotto: Tekad kuat pemain Kesatria mampu tundukkan RANS di kandang
Baca juga: Pelatih RANS sebut start lambat jadi sebab kekalahan kontra Kesatria
Menurut dia, kemenangan itu tidak mencerminkan performa sebenarnya alias di bawah standar biasanya, dari Muhammad Fhirdan Guntara dan kawan-kawan.
"Pertandingan kali ini (melawan Hangtuah) adalah yang terburuk bagi selama 3 bulan terakhir, termasuk saat pre-season karena tim bermain sangat buruk," kata Camara seusai pertandingan.
Dia menjelaskan, timnya kehilangan kontrol permainan dalam waktu cukup lama, terutama dari sisi pertahanan dan pengelolaan emosi pemain.
Dia menjelaskan, Hornbills bahkan sempat bermain terlalu individual dan keluar dari ritme tim selama sebagian besar pertandingan.
Baca juga: Bogor Hornbills sapu bersih Hangtuah Jakarta di IBL 2026
Peres menyebut perubahan baru terlihat pada 15 menit terakhir ketika para pemain mulai kembali menjalankan sistem permainan tim.
Pada fase tersebut, para pemain mampu memperbaiki performa hingga akhirnya membalikkan keadaan dan mengamankan kemenangan.
Pelatih asing itu juga mengapresiasi sejumlah pemain yang dinilai berperan penting dalam kebangkitan tim, termasuk Fhirdan yang dinilai tampil disiplin dalam menjaga pertahanan meski tidak mencetak angka.
Small forward Bogor Hornbills Muhammad Fhirdan Guntara menambahkan, tim sempat menghadapi situasi sulit di tengah pertandingan karena adanya ketegangan antarpemain asing yang memengaruhi fokus permainan.
Para pemain, tambah dia, mampu meredam emosi dan kembali mengikuti instruksi pelatih sehingga dapat membalikkan momentum pertandingan hingga memastikan kemenangan.
"Kuncinya karena kami berhasil memecahkan masalah di tim, akhirnya kami menjalankan rencana pelatih dan kembali bermain solid," ujar adik dari pemain Pelita Jaya Jakarta Reza Guntara itu.
Baca juga: Garbelotto: Tekad kuat pemain Kesatria mampu tundukkan RANS di kandang
Baca juga: Pelatih RANS sebut start lambat jadi sebab kekalahan kontra Kesatria





