Jalan HM Joyo Martono Bekasi Masih Berlubang Jelang Mudik, Warga Khawatir Picu Kecelakaan

kompas.com
8 jam lalu
Cover Berita

BEKASI, KOMPAS.com - Menjelang arus mudik Lebaran 2026, kondisi sebagian ruas di Jalan HM Joyo Martono, Margahayu, Bekasi Timur, Kota Bekasi, masih rusak sehingga menyisakan kekhawatiran bagi warga dan pengguna jalan.

Pantauan Kompas.comdi lokasi Minggu (15/3/2026) menunjukkan bahwa di sejumlah titik masih terdapat lubang di badan jalan dengan ukuran yang bervariasi.

Beberapa lubang berada tepat di jalur yang ramai dilalui kendaraan, mulai dari sepeda motor hingga kendaraan logistik. Kondisi ini membuat para pengendara harus lebih berhati-hati saat melintas, terutama pada malam hari atau ketika hujan turun.

Baca juga: Baru Ditambal, Jalan HM Joyo Martono Bekasi Kembali Berlubang Jelang Mudik Lebaran

Rudi (34), salah seorang pengendara sepeda motor, mengaku pernah hampir terjatuh saat melintasi jalan tersebut pada malam hari karena tidak menyadari adanya lubang di tengah jalan.

“Kalau malam agak bahaya, ya. Apalagi kalau lampu kendaraan dari arah berlawanan silau. Lubangnya kadang enggak kelihatan,” kata Rudi saat ditemui Kompas.com di lokasi, Minggu.

Menurut dia, kerusakan jalan di wilayah tersebut sebenarnya sudah cukup lama terjadi. Meski beberapa kali diperbaiki, perbaikan yang dilakukan dinilai belum mampu bertahan lama.

“Setahu saya jalan di sini sudah sering diperbaiki. Tapi kayaknya kalau cuma tambal sulam enggak akan mempan,” kata Rudi.

Ia berharap pemerintah daerah segera melakukan perbaikan yang lebih menyeluruh, terlebih menjelang Lebaran ketika volume kendaraan diperkirakan meningkat tajam.

“Takutnya ada yang jatuh atau kecelakaan,” ujarnya.

Kekhawatiran serupa juga dirasakan warga sekitar, Rodiah (42). Ia mengatakan, dirinya kerap melihat pengendara sepeda motor harus memperlambat laju kendaraan untuk menghindari lubang di jalan tersebut.

Ia menyampaikan, tidak jarang pengendara mendadak mengerem ketika menyadari adanya lubang di tengah jalan.

“Kadang pengendara motor suka kaget karena lubangnya di tengah jalan. Pernah juga ada yang jatuh terpental karena saking kencengnya,” kata Rodiah.

Baca juga: Antisipasi Kepadatan Mudik, Penumpang di Bandara Soetta Diminta Tiba 3 Jam Lebih Awal

Sebagai warga yang tinggal di sekitar lokasi, ia mengaku sering merasa cemas ketika melihat pengendara melaju dengan kecepatan tinggi di ruas jalan tersebut.

“Khawatir kalau dibiarkan terus, apalagi nanti banyak orang mudik lewat sini,” ujarnya.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Bagi sebagian warga, kerusakan jalan bukan sekadar membuat perjalanan tidak nyaman, tetapi juga menyebabkan kecelakaan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Respons Cak Imin soal Gus Yaqut Terjerat Kasus Korupsi Kouta Haji
• 13 jam lalurctiplus.com
thumb
KPK Ingatkan Kepala Daerah Tak Perlu Cari THR untuk Forkopimda: Pemerintah Sudah Berikan
• 19 jam lalukompas.tv
thumb
Pemerintah Bangun Ratusan Toilet dan Revitalisasi Sekolah di Kawasan Transmigrasi
• 12 jam lalusuara.com
thumb
Ali Khamenei Disebut Was Was Jika Putranya Mojtaba Khamenei Ambil Alih Jabatannya
• 5 jam laluviva.co.id
thumb
Bupati Cilacap Akan Beri THR Rp 20 juta-Rp 100 Juta ke Forkopimda Usai Peras Anak Buah
• 18 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.