Waka MPR Soroti IPLM Nasional Rendah, Daya Saing Bangsa Bisa Terancam

detik.com
10 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat (Rerie) menyoroti rendahnya Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Indonesia. Kondisi tersebut dinilai dapat menjadi ancaman bagi daya saing bangsa di masa depan.

"Bangsa dengan aspek literasi rendah akan tertatih-tatih dalam bersaing di kancah global," tegas Rerie dalam keterangannya, Minggu (15/3/2026).

Perpustakaan Nasional (Perpusnas) sebelumnya mengungkapkan IPLM Nasional saat ini berada di angka 40,6. Angka tersebut disampaikan dalam pemaparan pada Kamis (12/3).

Dalam skala penilaian 0-100, kategori IPLM terbagi menjadi Sangat Rendah (0-29,9), Rendah (30-49,9), Sedang (50-79,9), Tinggi (80-89,9), dan Sangat Tinggi (90-100). Dengan capaian 40,6, IPLM Indonesia masih berada pada kategori rendah.

Baca juga: Waka MPR Dorong Percepatan RUU Masyarakat Hukum Adat Jadi Undang-undang

Indeks tersebut digunakan Perpusnas untuk menilai upaya pemerintah daerah dalam membina perpustakaan dan meningkatkan budaya literasi masyarakat.

Sejumlah unsur yang diukur dalam IPLM antara lain sebaran layanan perpustakaan, koleksi, tenaga perpustakaan, jumlah kunjungan, serta keterlibatan masyarakat. Indikator tersebut juga menjadi acuan dalam upaya menuju Indonesia Emas 2045.

Rerie menilai program literasi tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta pegiat literasi dengan langkah nyata.

Rerie yang juga anggota Komisi X DPR RI itu mendorong agar layanan perpustakaan dapat menjangkau hingga ke desa-desa. Menurutnya, perpustakaan harus menjadi pusat kegiatan masyarakat, bukan sekadar tempat menyimpan buku.

Baca juga: Waka MPR Sebut RUU PPRT Hadirkan Kepastian Hukum bagi Pekerja Rumah Tangga

Selain itu, ia menilai dinas pendidikan perlu mengintegrasikan literasi secara wajib dalam kurikulum maupun kegiatan ekstrakurikuler.

Terpenting, ujar Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, pemerintah daerah harus mengawal berbagai langkah tersebut untuk meningkatkan literasi masyarakat.

"Saat ini momentum untuk bergerak. Bangsa ini butuh generasi yang cerdas dan berkarakter, dan itu dimulai dari literasi. Tidak ada kata instan, yang ada adalah kolaborasi yang berkelanjutan," pungkas Rerie.



Simak Video "Video: Malam-malam Muzani Tinjau Lokasi Banjir Hanyutkan Rumah di Padang"

(akd/ega)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Langkah Indonesia di DK PBB Bikin Tanda Tanya, Tak Ikut Resolusi Kecam Iran
• 23 jam laludisway.id
thumb
Rismon Minta Maaf dan Sebut Ijazah Jokowi Asli, Roy Suryo: Kami Tak Berubah!
• 9 jam lalukompas.tv
thumb
31 Ribu Kendaraan Melintas di Tol Cipali Arah Cirebon
• 16 jam lalutvrinews.com
thumb
Analis Sebut Standby Buyer jadi Kunci Rights Issue di Tengah Fluktuasi Pasar
• 11 jam lalubisnis.com
thumb
ASDP Kerahkan 35 Unit Kapal untuk Angkut Pemudik dari Bali ke Jawa
• 8 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.