JK dan Guru Besar Kumpul Soroti Fiskal Daerah, Cari Solusi Soal Defisit Anggaran

idxchannel.com
17 jam lalu
Cover Berita

Jusuf Kalla (JK) menggelar pertemuan dengan sejumlah guru besar yang menyoroti mengenai fiskal daerah. Pertemuan tersebut juga mencari solusi defisit anggaran.

JK dan Guru Besar Kumpul Soroti Fiskal Daerah, Cari Solusi Soal Defisit Anggaran. (Foto: Tangguh Yudha/iNews Media Group)

IDXChannel - Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK) menggelar pertemuan dengan sejumlah guru besar, peneliti, hingga praktisi pemerintahan di kediamannya di Kawasan Jalan Brawijaya, Jakarta Selatan pada Minggu (15/3/2026).

JK mengungkap pertemuan itu membahas defisit anggaran di sejumlah daerah di Indonesia dan dimaksudkan untuk mencari solusi jalan keluar permasalahan tersebut.

Baca Juga:
Jusuf Kalla Harap Board Of Peace Hentikan Perang dan Bawa Pemulihan di Gaza

Dalam keterangannya usai pertemuan, JK menegaskan bahwa kemajuan nasional tidak dapat dilepaskan dari kemajuan daerah karena struktur negara Indonesia bertumpu pada kekuatan pemerintahan daerah.

Menurutnya, kondisi fiskal daerah saat ini perlu mendapat perhatian serius agar roda pemerintahan di tingkat lokal tetap berjalan seimbang dengan agenda pembangunan nasional.

Baca Juga:
Jusuf Kalla Gelar Pertemuan dengan Ekonom Bahas Dampak Konflik AS-Iran ke Fiskal RI 

"Karena bagaimanapun, negeri ini terdiri daripada daerah-daerah, maka daerah juga harus maju untuk memajukan masyarakat. Itu intinya. Nah itulah kita berdiskusi tadi dan tentunya sudah dijelaskan oleh masing-masing (praktisi)" kata JK.

Baca Juga:
Guru Besar hingga Praktisi Pemerintahan Datangi Kediaman JK Bahas Defisit Anggaran

Salah satu praktisi yang hadir, Prof. Djohermansyah Djohan, menyebut terdapat persoalan penting yang muncul dalam hubungan pusat dan daerah, terutama terkait menurunnya kemampuan fiskal daerah dalam membiayai tugas rutin pemerintahan, percepatan pembangunan, hingga pelayanan di tingkat desa.

Ia menilai sejumlah kebijakan nasional berdampak langsung terhadap ruang gerak kepala daerah dalam menjalankan kewenangannya.

"Kita menemukan ada persoalan-persoalan yang cukup penting untuk kita perhatikan, terutama persoalan terkait dengan soal kemampuan daerah yang berkurang sekarang dalam menyelenggarakan tugas-tugas rutin pemerintahan maupun dalam percepatan pembangunan, termasuk juga dari tingkat pemerintahan desa, karena ada berbagai kebijakan yang dibuat di pemerintahan nasional yang berefek kepada pembangunan daerah dan tugas-tugas kepala daerah," ungkap Prof. Djohan.

Ia menekankan bahwa kepentingan nasional perlu berjalan seiring dengan kebutuhan daerah, sehingga pelayanan publik di wilayah tetap terjaga dan pembangunan tidak terhambat. Prof. Djohan juga menyinggung pentingnya penguatan desentralisasi sebagaimana tercantum dalam agenda Asta Cita.

"Ini harapannya bisa menjadi diskursus publik dan juga perhatian kita semua terutama oleh pemerintah pusat agar betul-betul mempertimbangkan sejumlah kebijakan terutama dalam tata kelola hubungan pusat dan daerah baik hubungan kewenangan maupun hubungan keuangan," lanjutnya.

Untuk diketahui, diskusi juga turut dihadiri sejumlah tokoh lainnya antara lain, Prof. Irfan Ridwan Maksum (UI), Prof. Aditya Perdana (FISIP UI), Prof. Ahmad Fairuz, Lili Romli (BRIN), Prof. Hanif (UT), Prof. Trubus (Trisakti), Prof. Muhadam Labolo (IPDN), Dr. Riant Nugroho (UNJ), Armand (KPPOD), Prof. Satya Arinanto (FH UI), Prof. Mulyadi (BRIN).

(Febrina Ratna Iskana)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Uang Pensiun Anggota DPR Inkonstitusional Bersyarat Menurut MK, Ini Besarannya
• 3 jam lalukompas.com
thumb
Kemenimipas Bagikan Belasan Ribu Paket Bansos ke Warga Sumut Jelang Lebaran
• 20 jam laludetik.com
thumb
BGN Suspend 9 SPPG di Gresik yang Sajikan Kelapa Utuh untuk Menu MBG
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Telkom dan Google Dorong Digitalisasi Pendidikan Berbasis AI di Yogyakarta
• 21 menit laludisway.id
thumb
Antisipasi Dampak Perang Iran vs Israel-AS, Prabowo Serukan Penghematan BBM Nasional
• 13 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.