JAKARTA, KOMPASTV – Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman, yang terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Jumat (13/3/2026), tercatat memiliki harta kekayaan sebesar Rp12.039.790.782 atau sekitar Rp12 miliar.
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan kepada KPK pada 19 Januari 2026, aset terbesar Syamsul Auliya berasal dari tanah dan bangunan dengan nilai keseluruhan mencapai Rp8.150.000.000.
Sementara itu, Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menjelaskan kronologi dugaan permintaan uang terkait kebutuhan tunjangan hari raya (THR).
Menurut Asep, Syamsul Auliya Rachman selaku Bupati Cilacap periode 2025–2030 diduga memerintahkan Sekretaris Daerah Kabupaten Cilacap untuk mengumpulkan uang menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah atau tahun 2026.
"Saudara AUL selaku Bupati Cilacap periode 2025–2030, dalam rangka Hari Raya Idulfitri tahun 1447 Hijriah atau 2026, memerintahkan Saudara SAD selaku Sekretaris Daerah Kabupaten Cilacap untuk mengumpulkan uang guna memenuhi kebutuhan THR," kata Asep.
Selain untuk kebutuhan eksternal, penyidik juga menemukan adanya rencana pengumpulan dana untuk kebutuhan pribadi bupati dengan nilai sekitar Rp750 juta.
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Video Editor: Vila
Baca Juga: Arus Mudik Mulai Ramai di Pelabuhan Merak, Pemudik Antre Menuju Sumatera pada Minggu (15/3/2026)
Penulis : Yuilyana
Sumber : Kompas TV
- bupati cilacap
- kpk
- harta syamsul





