Analisa Foto Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS yang Tersebar di Medsos

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, disiram air keras oleh dua orang tak dikenal di Jalan Salemba I–Talang, Jakarta Pusat, pada Kamis (12/3) malam.

Pelaku penyiraman air keras kepada Andrie itu terekam CCTV di area lokasi terjadinya tindak kekerasan tersebut. Tangkapan layar dari CCTV yang menunjukkan pelaku pun tersebar dengan cepat di media sosial.

Namun, hasil tangkapan layar itu jelas memperlihatkan gambar yang buram, karena mengikuti kualitas resolusi CCTV yang memang terbilang rendah, jika dibandingkan dengan kamera profesional lain.

Terdapat pihak-pihak tak bertanggung jawab yang meminta bantuan Artificial Intelligence (AI) untuk mengubah foto yang buram itu menjadi foto yang lebih jelas. Hal ini pun bisa menimbulkan kembali masalah, seperti wajah pelaku yang kini tak bisa dipastikan kebenarannya, karena telah mengalami rekonstruksi digital menggunakan AI.

Pakar IT, Abimanyu Wachjoewidajat, mengatakan foto di atas sudah mengalami rekonstruksi digital.

"Iya foto itu hasil rekonstruksi digital tahapannya biasanya, Image Clarification, Image Enhancement, Image Restoration," jelas Abimanyu kepada kumparan, Minggu (15/3).

Tim kumparan pun juga melakukan analisa dengan bantuan Gemini dan ChatGPT. Ternyata keduanya menilai foto di atas sudah mengalami upscaling (peningkatan skala) dengan bantuan AI. Berikut adalah analisa dari Gemini dan ChatGPT mengenai foto tersebut.

1. Analisa Gemini

Gemini memanfaatkan SynthID sebagai tool yang digunakan untuk membantu mengidentifikasi gambar, video, dan audio yang dihasilkan atau diedit oleh model AI Google.

Dari hasil tersebut, Gemini mengatakan foto itu kemungkinan besar telah melalui proses penyuntingan digital atau peningkatan kualitas (enhancement) menggunakan perangkat lunak tertentu. Meski begitu, Gemini juga menggarisbawahi foto tersebut tidak terdeteksi dibuat atau rekonstruksi digital menggunakan AI milik Google.

Alasan lain yang menjadi pertimbangkan Gemini menyebut foto tangkapan layar itu mengalami beberapa penyuntingan, di antaranya:

1. Tekstur yang terlalu halus (Smoothing)

Foto ini memang menunjukkan ciri-ciri rekonstruksi digital atau pemrosesan gambar yang kuat. Area kulit, pakaian, dan permukaan motor tampak sangat halus atau "licin," yang sering kali merupakan hasil dari algoritma denoising (penghilang noise) atau upscaling untuk menutupi rendahnya resolusi asli rekaman CCTV.

2. Distorsi detail

Pada bagian wajah dan tangan, detail alaminya tampak hilang dan digantikan oleh bentuk yang agak "berlumpur" atau terdistorsi. Ini biasanya terjadi ketika perangkat lunak mencoba "menebak" detail yang hilang dari gambar beresolusi rendah.

3. Ketajaman yang tidak alami (Artificial Sharpening)

Garis tepi pada objek (seperti helm dan badan motor) terlihat sangat tajam namun tidak memiliki tekstur yang realistis, yang merupakan efek samping umum dari proses sharpening digital setelah upscaling.

2. ChatGPT

Sementara itu, berdasarkan ChatGPT terdapat indikasi kuat bahwa foto tersebut mengalami upscaling dengan AI. Meski begitu, ChatGPT tak bisa 100 persen memastikan apakah foto itu direkonstruksi total oleh AI.

Meski begitu, ChatGPT menyimpulkan foto pelaku penyiraman air keras ke aktivis KontraS itu merupakan tangkapan layar dari frame CCTV yang sudah diproses dengan AI upscaling (peningkatan skala) atau enhancement (peningkatan kualitas).

Bahkan, ChatGPT juga menyimpulkan bahwa foto memang bukan AI-generated, melainkan AI-enhanced. ChatGPT juga menggambarkan tahap-tahap proses penyuntingan oleh AI yang terjadi pada foto tersebut.

CCTV asli (low resolution)

Denoise AI (penghilangan noise pada tangkapan layar CCTV)

Super resolution (AI upscaling atau peningkatan skala foto dengan AI)

Sharpening (peningkatan ketajaman foto)

Selain itu, ChatGPT juga menjabarkan beberapa indikasi kuat yang menunjukkan adanya rekonstruksi digital menggunakan AI, di antaranya:

1. Ketajaman wajah yang tidak proporsional dengan CCTV

Pada CCTV normal, terutama malam hari, biasanya muncul noise atau grain tinggi, blur karena motion, detail wajah kurang jelas.

Namun pada foto tersebut, kontur wajah kedua orang terlihat sangat bersih, garis hidung, bibir, dan rahang terlihat terlalu jelas, tekstur kulit terlihat halus.

Ini sering terjadi pada AI upscaling (super-resolution) karena AI “menebak” detail wajah yang sebenarnya tidak ada di foto asli.

2. Tekstur pakaian terlihat “dibuat ulang”

Ciri-ciri foto yang telah mengalami upscaling AI, diantaranya, lipatan terlihat terlalu rapi, beberapa bagian terlihat seperti lukisan digital, tekstur kain tidak memiliki noise alami

Biasanya AI seperti Topaz Video AI, Remini, ESRGAN bisa merekonstruksi tekstur seperti ini.

3. Noise CCTV hampir tidak ada

Video atau foto dari CCTV biasanya memiliki sensor noise, compression artifact, pixel block. Sementara, pada foto tersebut jalan terlihat sangat halus, latar belakang nyaris tanpa noise padahal kondisi malam hari. Hal ini menunjukkan adanya indikasi kuat denoise AI dan upscaling.

4. Edge (tepi objek) terlalu tajam

Jika memperhatikan bagian tepi, seperti helm, stang motor, bahu hingga lengan, AI upscaling sering sekali menghasilkan foto dengan edge sharpening (ketajaman tepi objek) berlebihan dan outline objek yang terlalu bersih. Padahal CCTV asli biasanya memiliki kondisi tampilan yang sedikit blur.

5. Motion blur yang tidak konsisten

Pada tangkapan layar CCTV di atas, motor tampak sedang berjalan, tetapi beberapa bagian terlihat sangat tajam dan beberapa bagian terlihat blur. AI sering mencoba memperbaiki motion blur, sehingga hasilnya tidak konsisten.

6. Plat nomor atau kertas di depan motor

Pada foto pelaku mengalami yang terekonstruksi digital menggunakan AI, plat nomor motor terlihat seperti tekstur tulisan yang tidak jelas dan bentuk huruf seperti di-“improvisasi”. Ini tipikal AI yang mencoba mengisi detail kecil.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Cuaca Panas Landa Jakarta, Dinkes DKI Imbau Masyarakat Waspada Dehidrasi hingga Heatstroke
• 9 jam laluliputan6.com
thumb
Harga Patokan Ekspor Tembaga dan Acuan Emas Naik Periode Kedua Maret 2026
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Alwi Farhan susul Putri KW ke final Swiss Open 2026
• 16 jam laluantaranews.com
thumb
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi Soroti Pentingnya Integritas Usai OTT KPK terhadap Bupati Cilacap
• 7 jam lalupantau.com
thumb
Lonjakan Pemudik Diprediksi Naik, Wamen LH Tekankan soal Pengelolaan Sampah
• 3 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.