BEKASI, KOMPAS.com – Komandan Rescue Kompi A Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Bekasi, Hendrick, mengungkapkan bahwa MRH (15) sempat menolak diturunkan oleh pihaknya dari tower GSM pada Sabtu (14/3/2026) dini hari.
“Sempat ada penolakan. Di atas dia menolak dan membantah, cuma saya peluk langsung. Alhamdulillah dia mau turun,” ujar Hendrick saat dikonfirmasi Kompas.com, Minggu (15/3/2026).
Ia menjelaskan, kondisi tower yang sudah cukup lama menjadi tantangan bagi petugas saat hendak menyelamatkan MRH.
Baca juga: Penumpang Wanita Diduga Dilecehkan Dosen di KRL Jakarta Kota-Nambo
“Towernya itu agak goyang. Tapi Alhamdulillah kami dilindungi sama Tuhan,” kata Hendrick.
Ia menambahkan, proses penyelamatan juga terkendala minimnya penerangan di lokasi kejadian.
“Sebelum tim datang, penerangan warga cuma berdasarkan senter saja. Setelahnya kami bantu senter dan lampu tembak dari mobil rescue,” ujarnya.
Untuk mengevakuasi korban, tim rescue Disdamkarmat Kota Bekasi menerjunkan tiga regu dari Kompi A ke lokasi kejadian.
“Satu regu itu ada lima orang. Lima dikali tiga jadi 15 orang, berikut saya jadi 16 orang yang diterjunkan,” kata Hendrick.
Selain personel, tim rescue juga mengerahkan sejumlah kendaraan operasional, yakni unit Gajah Mada Triton yang dilengkapi peralatan penyelamatan serta mobil Kijang sebagai kendaraan operasional.
Baca juga: BMKG Ungkap Penyebab Suhu Panas Landa Jakarta dalam Beberapa Hari Terakhir
Petugas juga menggunakan berbagai perlengkapan keselamatan berupa senter LED khusus evakuasi, karabiner, tali pengaman, serta wearpack full body untuk memastikan keamanan saat memanjat tower.
“Ini agar kita turun atau naik itu ada tahanan keselamatannya, alat bantu tangga,” ujar Hendrick.
Ia mengungkapkan, peristiwa penyelamatan seseorang di atas tower merupakan pengalaman pertama bagi tim yang dipimpinnya.
"Tapi kalau di gedung tinggi sudah sering kita lakukan. Itu memang bagian dari penyelamatan rescue,” ujar Hendrick.
Sebelumnya diberitakan, warga Jalan H Silan RT 001 RW 001, Kelurahan Jatirasa, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, dihebohkan oleh aksi MRH yang naik ke tower GSM setinggi sekitar 20 meter pada Sabtu dini hari.
Petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bekasi menerima laporan warga sekitar pukul 02.55 WIB dan tiba di lokasi sekitar pukul 03.15 WIB. Proses pembujukan hingga evakuasi berlangsung sekitar 2,5 jam.
Baca juga: Cak Imin Lepas Keberangkatan 1.200 Peserta Mudik Gratis PKB 2026
“Alhamdulillah kami selesai evakuasi sekitar pukul 05.45 WIB,” ujar Pelaksana Tugas Kepala Disdamkarmat Kota Bekasi, Heryanto.
Heryanto menyebut MRH nekat memanjat tower karena persoalan pribadi yang sedang dialami.
“Menurut informasi dari orang tua ya seperti itu (motif asmara). Sebetulnya arahnya ke asmara gitu,” ujar Heryanto.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




