Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 10 April 2026. Pembagian dividen dan laporan realisasi penggunaan dana obligasi menjadi salah satu mata acara dalam rapat tersebut.
Manajemen BRI mengungkapkan, RUPST yang berlangsung pada 10 April 2026 digelar mulai pukul 14.00 WIB sampai dengan selesai di Jakarta Selatan. Rapat akan diselenggarakan secara elektronik melalui Fasilitas Electronic General Meeting System KSEI (eASY.KSEI).
“PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dengan ini mengundang para pemegang saham untuk menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan,” tulis manajemen dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip pada Minggu (15/3/2026).
Sebanyak tujuh mata acara akan dibahas dalam RUPST BRI. Pertama, persetujuan laporan tahunan dan pengesahan laporan keuangan konsolidasian perseroan, serta persetujuan laporan tugas pengawasan Dewan Komisaris untuk tahun buku 2025.
Selain itu, RUPST juga akan mengesahkan laporan keuangan Program Pendanaan Usaha Mikro dan Usaha Kecil (PUMK) tahun buku 2025. Dalam agenda ini, pemegang saham juga akan memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (volledig acquit et de charge) kepada Direksi atas pengurusan perseroan dan kepada Dewan Komisaris atas pelaksanaan fungsi pengawasan selama tahun buku 2025.
Kedua, persetujuan penggunaan laba bersih perseroan untuk tahun buku 2025, termasuk pembagian dividen. Perseroan mencatat laba bersih konsolidasian yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp56,65 triliun hingga 31 Desember 2025.
Baca Juga
- Bank Mandiri, BRI, BNI, BTN, dan BSI Siapkan Uang Tunai Puluhan Triliun Penuhi Kebutuhan Lebaran 2026
- BRI Siapkan 175 Bus untuk Mudik Gratis Lebaran 2026
- BSI (BRIS) Siapkan Uang Tunai Rp45 Triliun saat Libur Lebaran
Manajemen mengusulkan penggunaan laba tersebut untuk pembagian dividen kepada pemegang saham dan penambahan saldo laba ditahan. Sebelumnya, pada 15 Januari 2026 BRI telah membagikan dividen interim sebesar Rp137 per saham atau sekitar Rp20,63 triliun yang akan diperhitungkan sebagai bagian dari dividen tahun buku 2025.
Ketiga, penetapan gaji/honorarium berikut fasilitas dan tunjangan tahun buku 2026 dan remunerasi atas kinerja tahun buku 2025 yang ditetapkan untuk Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan.
Mata acara keempat, yakni penunjukkan akuntan publik di Kantor Akuntan Publik untuk mengaudit laporan keuangan konsolidasian perseroan tahun buku 2026 serta laporan keuangan program PUMK untuk tahun buku 2026.
Agenda kelima yakni pendelegasian kewenangan persetujuan rencana jangka panjang perusahaan (RJPP) 2026—2030 dan rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP) 2027 beserta perubahannya dari RUPS kepada pihak yang ditunjuk RUPS.
Keenam, laporan realisasi penggunaan dana obligasi berwawasan sosial berkelanjutan I Bank BRI Tahap I tahun 2025 dan obligasi berwawasan sosial berkelanjutan I Bank BRI Tahap II tahun 2026. Mata acara terakhir yakni perubahan anggaran dasar perseroan.





