Kronologi Anggota DPRD Jember Dikeroyok Orang saat Kejar Truk BBM Ilegal

grid.id
3 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID- Insiden menegangkan menimpa anggota DPRD Jember, David Handoko Seto. Upayanya menghentikan truk yang diduga mengangkut BBM subsidi ilegal malah berujung dikeroyok orang. Beginilah kronologi anggota DPRD Jember dikeroyok yang kini menjadi sorotan publik.

Peristiwa itu terjadi pada Sabtu dini hari, 14 Maret 2026, dan berujung pada aksi kejar-kejaran sejauh puluhan kilometer. Dalam upayanya mengadang truk, David mengaku mobilnya sempat ditabrak dan dipepet hingga nyaris terjun ke sungai.

Situasi semakin mencekam ketika ia keluar dari kendaraan dan diduga langsung dikeroyok sekelompok pemuda. Kasus ini kemudian dilaporkan ke Polres Jember dengan dugaan penyelewengan BBM subsidi serta percobaan pembunuhan. Berikut kronologi anggota DPRD Jember dikeroyok berdasarkan informasi yang kami himpun dari Kompas.com dan Tribun Medan, Minggu (15/3/2026).

Bermula dari Laporan Warga soal Dugaan BBM Ilegal

Peristiwa ini bermula ketika David Handoko Seto menerima laporan warga terkait dugaan penyimpangan BBM subsidi jenis solar di sebuah SPBU di wilayah Tegal Besar, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Menindaklanjuti informasi itu, David yang juga menjabat sebagai Sekretaris Komisi C DPRD Jember serta Ketua Baret Rescue Jember langsung mendatangi lokasi.

Setibanya di SPBU, ia mendapati sebuah truk bernomor polisi DK 8464 AS sedang mengisi solar subsidi ke empat tandon atau drum di bak kendaraan, dengan kapasitas total yang diduga mencapai 4.000 liter. David menilai aktivitas tersebut janggal karena pengisian dilakukan saat dini hari. Selain itu, SPBU tersebut disebut tidak beroperasi selama 24 jam, sementara lampu area SPBU juga dalam kondisi dimatikan saat pengisian berlangsung.

David lalu menghubungi Ketua Hiswana Migas Besuki, Muhammad Iqbal, serta Polsek Sumbersari untuk meminta pengamanan. Tak lama kemudian, anggota polisi dan pihak Hiswana Migas datang ke lokasi. Mereka kemudian memeriksa petugas SPBU dan menemukan adanya dugaan transaksi tidak wajar pembelian BBM melalui handphone.

Namun, saat pemeriksaan berlangsung, sopir truk tiba-tiba tancap gas dan kabur dari lokasi dengan kecepatan tinggi. Menurut David, tindakan sopir yang melarikan diri semakin memperkuat dugaan adanya penyalahgunaan solar subsidi.

David bersama rekannya langsung melakukan pengejaran menggunakan mobil Baret Rescue. Polisi dari Polsek Sumbersari juga ikut mengejar truk tersebut.

David menyebut aksi kejar-kejaran berlangsung sekitar 49 menit dengan jarak tempuh kurang lebih 40 kilometer, dari Kecamatan Sumbersari hingga menuju Kecamatan Ambulu. Selama pelarian, truk disebut sempat berputar-puter masuk ke area perkampungan warga untuk menghindari kejaran. David juga menduga truk itu dikawal oleh sebuah mobil misterius yang mengikuti perjalanan dari SPBU hingga Ambulu.

Situasi memanas saat truk memasuki kawasan Pasar Ambulu. Ketika David berusaha mengadang, sopir truk justru disebut menabrak mobil yang dikendarainya.

Tak hanya itu, David mengaku truk beberapa kali sengaja memepet mobilnya. Akibatnya, mobil yang ia tumpangi hampir masuk ke sungai dan akhirnya menabrak pagar jembatan besi di jalur utama Desa Pontang, Ambulu.

 

Menurut pengakuannya, truk sempat memperlambat laju sebelum jembatan. Di lokasi itu, David melihat sekitar 15 pemuda bersama beberapa sepeda motor yang diduga sudah menunggu kedatangan truk.

Mobil David kemudian berhenti usai menabrak pagar pembatas jembatan. Saat ia keluar dari kendaraan, sekelompok pemuda yang berada di lokasi disebut langsung melakukan pengeroyokan.

David menduga para pemuda tersebut merupakan rekan dari komplotan pengangkut BBM ilegal. Ia juga menilai keberadaan mereka di lokasi bukan kebetulan, melainkan bagian dari jaringan yang mengawal pelarian truk. Insiden itu membuat David menilai ada unsur ancaman serius terhadap keselamatannya, termasuk dugaan percobaan pembunuhan.

SPBU Disegel

Setelah kejadian, kronologi anggota DPRD Jember dikeroyok berlanjut dengan langkah hukum. David melaporkan dugaan penyelewengan BBM subsidi jenis solar dan ancaman pembunuhan ke Polres Jember pada Sabtu siang.

Ia menegaskan akan melaporkan pemilik truk dengan pasal percobaan pembunuhan. Sementara itu, polisi bergerak cepat dengan menyegel SPBU di Jalan Teuku Umar, Tegal Besar, Jember.

Wakil Kapolres Jember, Kompol Ferry Dharmawan, mengatakan SPBU tersebut terindikasi terlibat dalam penyalahgunaan BBM bersubsidi jenis solar. Polisi juga berkomitmen mengusut tuntas siapa saja aktor yang berada di balik dugaan penimbunan maupun penyelewengan BBM subsidi. Selain itu, Polres Jember menyatakan akan berkoordinasi dengan Hiswana Migas, Pertamina, dan pengelola SPBU untuk memperketat pengawasan agar praktik serupa tidak terulang.

Demikianlah kronologi anggota DPRD Jember dikeroyok orang yang bermula dari laporan warga soal dugaan pengisian solar subsidi ilegal di SPBU, lalu berkembang menjadi aksi kejar-kejaran dramatis hingga 40 kilometer. Kasus ini kini telah dilaporkan ke polisi dan tengah didalami. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Update Pemain Naturalisasi Malaysia yang Disanksi: Tak Bisa Bermain di Liga Lokal
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
Siklus Misterius Amerika: Tiap 80 Tahun "Lahir Kembali", Kini Dimulai?
• 22 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
H -7 Lebaran Arus Lalu Lintas Pemudik  Jalur Nagreg Mulai Mengalami Kenaikan Volume Kendaraan Hingga Belasan Ribu
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
Hasil Liga Italia: Napoli balik kalahkan Lecce, Juventus menang tipis
• 13 jam laluantaranews.com
thumb
AS-Jepang Sepakati Pengembangan Proyek Pembangkit Nuklir Senilai USD 550 M
• 12 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.