Saling Bantah Pernyataan Trump dan Pejabat Tinggi Iran Mengenai Pertahanan di Selat Hormuz

wartaekonomi.co.id
2 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut sejumlah negara akan mengirim kapal perang untuk memastikam jalur pelayaran di Selat Hormuz agar tetap terbuka

Pernyataan tersebut disampaikan Trump saat konflik antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran memasuki hari ke-15 dan Selat Hormuz yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia itu hingga saat ini masih diblokade dan telah melumpuhkan jalur perdagangan energi dunia.

Melalui unggahan di media sosial Truth Social pada Sabtu waktu setempat, Trump menyatakan bahwa negara-negara yang terdampak oleh upaya penutupan selat oleh Iran akan bergerak bersama AS.

Ia secara spesifik menyebut China, Prancis, Jepang, Korea Selatan, dan Inggris sebagai negara-negara yang diharapkan segera bergabung dalam koalisi maritim tersebut.

Meski demikian, Trump tidak merinci negara mana saja yang telah menyatakan komitmen bergabung dalam koalisi tersebut.

Dalam pernyataannya, Trump juga mengklaim bahwa AS telah menghancurkan sepenuhnya kemampuan militer Iran. Meski ia mengakui Teheran masih dapat meluncurkan drone, menanam ranjau, atau menembakkan rudal jarak pendek di sekitar jalur pelayaran itu.

Trump menyatakan militer AS akan terus melakukan serangan terhadap wilayah pantai Iran dan menargetkan kapal-kapal Iran hingga jalur tersebut kembali “terbuka, aman, dan bebas”.

Tanggapan Iran

Menanggapi pernyataan tersebut, Kepala Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Alireza Tangsiri menyatakan bahwa Selat Hormuz secara teknis belum ditutup secara militer, melainkan berada di bawah kendali penuh mereka. Melalui platform X, Tangsiri menuding klaim kehancuran angkatan laut Iran oleh AS sebagai informasi palsu alias hoax.

Sementara itu Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan pembatasan pelayaran hanya berlaku bagi kapal tanker dan kapal milik negara yang dianggap sebagai musuh Iran beserta sekutunya, bukan untuk seluruh kapal yang melintas.

Anggota Expediency Discernment Council Iran, Mohsen Rezaee, juga menegaskan bahwa kapal Amerika tidak memiliki hak untuk memasuki kawasan Teluk.

Di tengah ketegangan tersebut, dua kapal tanker berbendera India yang membawa gas petroleum cair dilaporkan berhasil melintasi Selat Hormuz pada Sabtu pagi.

Pejabat Kementerian Pelabuhan, Perkapalan, dan Jalur Air India, Rajesh Kumar Sinha, mengatakan kedua kapal tersebut dapat melewati jalur tersebut dengan aman.

Pasokan Dunia Terganggu

Kelumpuhan di Selat Hormuz mulai memicu kekhawatiran krisis global. Center for Strategic and International Studies (CSIS) memperingatkan ancaman terhadap ketahanan pangan dunia karena terganggunya pasokan bahan baku pupuk berbasis nitrogen yang melintasi jalur tersebut.

Di India, pemerintah telah memberlakukan status darurat untuk melindungi pasokan gas bagi 333 juta rumah tangga.

Namun, berkat negosiasi langsung antara Perdana Menteri Narendra Modi dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian, dua kapal tanker berbendera India diizinkan melintas dengan aman pada Sabtu pagi. Selain India, kapal milik Turki juga mendapatkan dispensasi serupa setelah adanya pembicaraan diplomatik.

Dosen di King’s College London, Andreas Krieg, menilai seruan koalisi Trump lebih bersifat kampanye informasi untuk menenangkan pasar global yang mulai panik.

Menurutnya, tidak ada solusi militer instan untuk membuka kembali selat tersebut karena Iran hanya perlu melakukan serangan kecil secara berkala untuk membuat perusahaan asuransi kapal menolak memberikan jaminan perlindungan.

Sejauh ini, Pentagon telah menyetujui pengerahan sekitar 2.500 personel Marinir dan kapal serbu amfibi USS Tripoli ke Timur Tengah.

Namun, para pengamat memperingatkan bahwa mengirim kapal perang mahal tanpa kesepakatan diplomatik justru berisiko tinggi menghadapi proyektil murah milik Iran yang tetap efektif di medan tempur tersebut.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Korea Utara Tembakkan 10 Rudal Balistik saat Latihan AS-Korea Selatan
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Persijap Legawa Dijatuhi Sanksi Berat oleh Komdis PSSI Buntut Kericuhan Suporter di Derby Jateng
• 22 jam lalubola.com
thumb
Garda Revolusi Iran Bersumpah akan Bunuh Netanyahu
• 31 menit lalurepublika.co.id
thumb
Waringin Megah General Contractor Perkuat Reputasi dan Kepercayaan Klien Korporasi
• 1 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Raya in Harmony, Margocity Depok Bagi-bagi 1.447 Voucher Belanja
• 18 jam lalueranasional.com
Berhasil disimpan.