REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Garda Revolusi Iran akan menargetkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu seiring berlanjutnya perang dengan Israel dan Amerika Serikat. IRGC berjanji akan membunuh Netanyahu.
"Jika penjahat pembunuh anak ini masih hidup, kami akan terus mengejar dan membunuhnya dengan kekuatan penuh," kata Garda Revolusi di situs web mereka, Sepah News, Ahad.
Baca Juga
Trump Salah Perhitungan, Yakin Iran Menyerah Sebelum Mampu Tutup Hormuz, Faktanya Teheran Melawan
Bupati Cilacap akan Beri THR ke Forkopimda dari Hasil Pemerasan, Nama Kapolres Disebut
Prabowo Perintahkan Kapolri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras Terhadap Aktivis Kontras
Sebelumnya sempat beredar informasi Netanyahu terluka atau tewas setelah dihantam serangan Iran. Spekulasi itu beredar setelah muncul cuplikan gambar jari Netanyahu menjadi enam saat memberikan keterangan pers pada Jumat.
Ada dugaan Israel menggunakan AI saat memberikan keterangan, dan menutup info kematian Netanyahu. Kantor Netayahu menepis kabar burung itu.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
"Ini adalah berita palsu. Perdana Menteri baik-baik saja," tulis kantor pemerintahan Israel.
Sementara itu. Pasukan Iran dilaporkan terus melancarkan serangan rudal dan drone baru terhadap beberapa pangkalan militer AS di seluruh wilayah tersebut.
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)