Gunung Marapi di Sumbar Erupsi, Hujan Abu Capai Radius 12 Kilometer

kompas.id
4 jam lalu
Cover Berita

JAMBI, KOMPAS — Erupsi kembali melanda Gunung Marapi di Sumatera Barat pada Sabtu (14/3/2026) pukul 23.29 WIB. Tak lama setelahnya, hujan abu menyelimuti wilayah itu dalam radius 12 kilometer hingga Minggu (15/3/2026) pagi.

Berdasarkan data Badan Geologi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral, erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 30,2 mm dan durasi 3 menit 21 detik. Gunung Marapi yang berada di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar saat ini berstatus Waspada (Level II).

“Namun, tinggi kolom abunya tidak teramati karena kondisi kabut,” ujar Lana Saria, Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi.

Beredar di sejumlah media sosial, visual kilatan letusan gunung dan hujan abu yang melanda permukiman. Salah seorang warga di Kecamatan Ampek Angkek, di bagian timur gunung itu, Noviardi, menceritakan bahwa dirinya sempat mendengar suara letusan dari arah gunung. Saat itu, Noviardi sedang mengikuti acara MTQ (Musabaqah Tilawatil Quran) nagari yang lokasinya berjarak sekitar 17 kilometer dari kawah gunung.

”Tak lama setelah mendengar suara letusan yang cukup kuat dari arah gunung, saya menerima informasi bahwa Gunung Marapi erupsi,” katanya, saat dihubungi Kompas.

Beberapa waktu setelah itu, lanjutnya, hujan turun. Ia menyebut abu vulkanik turut terbawa angin dan hujan hingga cukup jauh, yakni mencapai radius 12 kilometer. ”Turun hujan dan sekaligus terjadi hujan abu vulkanik hingga menjelang Minggu pagi,” ujarnya.

Air yg tertampung di wadah pun tampak keruh akibat hujan abu vulkanik. Ia menyebut hujan baru reda sekitar pukul 04.30 WIB.

Lana mengimbau, untuk menghindari gangguan pernapasan (ISPA) maupun gangguan kesehatan lainnya yang disebabkan oleh abu vulkanik, masyarakat agar gunakan masker pelindung mulut dan hidung. Jika diperlukan, warga agar melindungi pula area mata dan kulit.

Dalam kondisi hujan abu, masyarakat agar mengamankan sarana air bersih serta membersihkan atap rumah dari abu vulkanik yang tebal agar tidak roboh.

Tak lama setelah mendengar suara letusan yang cukup kuat dari arah gunung, saya menerima informasi bahwa Gunung Marapi erupsi.

Masyarakat di sekitar Gunung Marapi, termasuk wisatawan dan pendaki, diingatkan agar tidak memasuki dan melakukan kegiatan dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas gunung atau Kawah Verbeek.

Masyarakat yang bermukim di sekitar lembah atau bantaran sungai-sungai yang berhulu pada puncak gunung itu agar selalu waspada. Sebab, potensi ancaman bahaya lahar dapat terjadi terutama saat terjadi hujan.

Ia kembali mengimbau masyarakat di sekitar Gunung Marapi dan pemangku kepentingan agar menjaga kondusivitas. Jangan sampai terjadi penyebarluasan narasi tak benar. Warga juga jangan terpancing isu-isu yang tidak jelas sumbernya. “Masyarakat harap selalu mengikuti arahan dari Pemerintah Daerah,” katanya.

Erupsi besar di tahun ini merupakan yang ketiga kalinya. Sebelumnya, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Marapi melaporkan, erupsi Gunung Marapi sebelumnya terjadi pada 18 Februari 2026 pukul 10.53 WIB. Erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 30 mm dan durasi kurang lebih 31 detik.

Baca JugaGunung Marapi Erupsi, Tanah Datar Diguyur Hujan Abu

Karena erupsi terjadi pada siang hari, sejumlah warga sempat merekam letusan itu. Pada video yang diambil oleh Ketua Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kota Padang Panjang, Ferix Sonanda, abu vulkanik Gunung Marapi tampak menyebar ke udara di antara awan tebal di kota itu.

Sebelumnya, Marapi juga mengalami erupsi dan mengeluarkan abu vulkanik setinggi 3 kilometer, pada 5 Februari 2026 malam. Tinggi kolom abu teramati sekitar 3.000 meter di atas puncak atau sekitar 5.891 meter di atas permukaan laut. Sejumlah lokasi di Batusangkar, ibu kota Tanah Datar, diselimuti abu vulkanik dari erupsi tersebut.

Letusan itu pun disebut-sebut sebagai yang terbesar dalam tiga tahun terakhir. Letusan dengan kolom abu setinggi 3 km sebelumnya terjadi pada 3 Desember 2023. Saat itu, sebanyak 24 pendaki meninggal dan puluhan lainnya mengalami luka-luka (Kompas.id, 2/7/2024).

Selain letusan, pernah juga terjadi galodo atau banjir bandang di sungai-sungai yang berhulu di Gunung Marapi pada 11 Mei 2024. Total korban tewas dalam bencana ini sebanyak 63 orang dan 10 orang lainnya hilang (Kompas.id, 9/6/2024).

Baca JugaGunung Marapi Erupsi Setinggi 3 Kilometer, Batusangkar Diselimuti Abu Vulkanik
Baca JugaMarapi di Sumbar Dua Kali Erupsi, Warga Diminta Waspada dan Hindari Paparan Abu Vulkanik


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Wacana Pelebaran Defisit APBN 3 Persen, Indef Sebut Realistis
• 23 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Jalur Gilimanuk-Denpasar Lumpuh Total, Kendaraan Pemudik Terjebak Macet 36 Km
• 2 jam lalurctiplus.com
thumb
Foto: 920 Pemudik dengan 404 Motornya Tiba di Semarang
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Yudha Saputera pimpin Satria Muda taklukkan Tangerang Hawks
• 15 jam laluantaranews.com
thumb
KDM Beri Kompensasi Rp1,4 Juta untuk Tukang Becak Pantura Cirebon
• 1 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.