Terhenti di Semifinal Swiss Open 2026, Amri/Nita Akui Banyak Kehilangan Poin Krusial saat Hadapi Ganda China

tvonenews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Ganda campuran Indonesia Amri Syahnawi / Nita Violina Marwah harus mengakhiri langkah mereka di babak semifinal Swiss Open 2026 setelah dikalahkan pasangan China Cheng Xing / Zhang Chi.

Bertanding di St. Jakobshalle, pasangan Indonesia sempat beberapa kali unggul dalam perolehan poin. 

Amri/Nita di semifinal Swiss Open 2026
Sumber :
  • PBSI

Namun, mereka gagal mempertahankan momentum sehingga lawan mampu membalikkan keadaan dan memastikan kemenangan.

Amri mengakui kehilangan banyak poin setelah sempat unggul menjadi masalah yang berulang dan harus segera diperbaiki.

“Ini menjadi pekerjaan rumah buat kami. Sudah unggul beberapa poin lalu kehilangan juga banyak banget, ini sering terjadi dan berulang,” kata Amri.

Ia menegaskan bahwa dirinya dan Nita akan segera melakukan evaluasi bersama tim pelatih untuk mencari solusi agar situasi serupa tidak kembali terjadi di pertandingan berikutnya.

“Kami harus diskusi, dengan pelatih juga untuk mencari segera solusinya apa. Jadi bila terjadi lagi, kami tahu bagaimana mengatasinya,” ujarnya.

Meski gagal melangkah ke final, Amri tetap bersyukur dengan pencapaian mereka dalam dua pekan terakhir di sejumlah turnamen.

“Kami tetap bersyukur dan senang dengan pencapaian dua minggu ini, bisa mengeluarkan apa yang mau ditampilkan tapi tetap kurang puas di dalam hati. Karena kami pengennya hasil maksimal, bukan hanya hasil bagus. Kalau bisa juara, bisa ke final kenapa harus terhenti di sini,” kata Amri.

Ganda Campuran Indonesia, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah
Sumber :
  • PBSI

Sementara itu, Nita menilai pasangan China tampil dengan strategi berbeda dibanding pertemuan-pertemuan sebelumnya. 

Menurutnya, perubahan pola permainan lawan membuat mereka kesulitan mengontrol pertandingan.

“Di pertemuan sebelum-sebelumnya, mereka selalu ikut pola dan ritme permainan kami. Tapi hari ini mereka mengubah, mereka terus memaksa kami masuk ke pola mereka,” kata Nita.

Ia juga menyoroti permainan Zhang Chi yang lebih sering memainkan bola pendek sehingga menambah tekanan di momen-momen krusial pertandingan.

“Zhang Chi terus main pendek yang seharusnya bisa saya imbangi tapi di akhir-akhir karena kami sudah tertekan jadi sulit keluar,” ujarnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
ASDP Kembali Operasikan KMP Portlink VII untuk Urai Kepadatan Penumpang Gilimanuk-Ketapang
• 11 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Danantara: Tak Ada Kata Terlambat dalam Membangun Ekosistem Industri Semikonduktor Indonesia
• 13 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Pedagang Asongan Berburu Rezeki di Antrean Pemudik Merak
• 2 jam laludetik.com
thumb
Kendaraan Pemudik Padati Pelabuhan Merak Jelang Lebaran
• 4 jam lalurepublika.co.id
thumb
Polisi Analisis Rekaman CCTV Usut Penyiraman Air Keras ke Aktivis Kontras
• 20 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.