REPUBLIKA.CO.ID, CILEGON, – Arus mudik Lebaran di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten, mulai mengalami peningkatan signifikan pada Minggu dini hari, dengan ribuan kendaraan memadati dermaga untuk menyeberang ke Pulau Sumatera.
Ribuan kendaraan roda empat, baik pribadi maupun jasa travel, tampak memenuhi kantong-kantong parkir di setiap dermaga, baik eksekutif maupun reguler. Siti Aminah, seorang pemudik asal Karawang, mengungkapkan bahwa ia sengaja pulang lebih awal untuk menghindari puncak arus mudik. "Saya bawa oleh-oleh makanan dan pakaian buat orang tua. Meski macet di Cikupa tadi lumayan melelahkan, yang penting bisa sampai ke Pesisir Barat dengan selamat," ujar Siti.
Pada pukul 01.30 WIB, antrean kendaraan terlihat mengular sejak pintu masuk pelabuhan hingga area tunggu naik ke atas kapal. Hal ini menandakan meningkatnya jumlah pemudik yang memilih perjalanan di malam hari dibandingkan hari sebelumnya.
Peningkatan volume kendaraan ini didominasi oleh pelat nomor dari luar daerah Banten, seperti Jakarta (B), Bandung (D), dan Karawang (T). Banyaknya kendaraan yang tiba bersamaan memaksa petugas bekerja ekstra keras untuk mengatur alur masuk agar tidak terjadi penumpukan di akses jalan utama.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Pemandangan menarik terlihat dari deretan kendaraan yang antre, di mana atap mobil dipenuhi dengan barang bawaan seperti koper, tas besar, sepeda, dan paket oleh-oleh untuk keluarga di kampung halaman. Pihak otoritas pelabuhan terus mengimbau pemudik agar memiliki tiket elektronik sebelum tiba di pelabuhan untuk meminimalisir waktu tunggu dan memperlancar arus penyeberangan, terutama menjelang puncak arus mudik.