jpnn.com, JAKARTA - Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), Teguh Santosa, mengecam keras aksi penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.
Teguh menilai tindakan keji itu bukan sekadar kriminalitas biasa, melainkan serangan langsung terhadap fondasi demokrasi dan penegakan Hak Asasi Manusia (HAM).
BACA JUGA: Teror terhadap Andrie Yunus, KPA: Serangan terhadap Seluruh Gerakan Pembela HAM
Teguh menegaskan aktivis HAM adalah pilar penting yang bekerja demi kepentingan publik dan negara sesuai amanat konstitusi.
Teror terhadap mereka adalah upaya sistematis untuk membungkam suara kritis.
BACA JUGA: Andrie Yunus Disiram Air Keras, Bonnie Triyana: Ini Mirip Praktik Kotor Masa Lalu
"Tindakan penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus adalah serangan terhadap demokrasi itu sendiri. Penegakan HAM merupakan amanat konstitusi, sehingga siapa pun yang menyerang aktivisnya, berarti menyerang prinsip bernegara kita," ujar Teguh Santosa, Sabtu (14/3).
Teguh menyoroti pola serangan yang terlihat sangat rapi dan terencana.
BACA JUGA: Astaga, Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras oleh OTK, Begini Kondisinya
Oleh karena itu, dia meminta pihak kepolisian tidak hanya berhenti pada penangkapan pelaku di lapangan (eksekutor), tetapi wajib membongkar dalang atau aktor intelektual di balik aksi tersebut.
"Pola serangan ini terorganisasi. Saya meminta Polri memastikan pengusutan tuntas hingga ke akar-akarnya. Jangan hanya berhenti di tingkat eksekutor," tegasnya.
Dia menambahkan bahwa perbedaan pendapat dalam ruang demokrasi adalah hal lumrah yang harus dihormati, bukan dibalas dengan kekerasan fisik yang mematikan ruang gerak sipil.
Berdasarkan data yang dihimpun KontraS, Andrie Yunus sudah menerima rentetan telepon misterius sejak 9 hingga 12 Maret 2026.
Puncak teror terjadi pada Jumat malam setelah Andrie menyelesaikan rekaman podcast bertema "Remilitarisasi" di kantor YLBHI, Menteng.
Sekitar pukul 23.37 WIB, saat melintas di Jalan Salemba I, Andrie berpapasan dengan motor yang dikendarai dua orang tak dikenal.
Tanpa peringatan, pelaku menyiramkan cairan kimia berbahaya ke arah wajah dan tubuh korban.
Saksi mata mendengar korban berteriak kesakitan. Cairan tersebut bahkan membuat pakaian yang dikenakan korban meleleh.
Pelaku langsung melarikan diri ke arah Jalan Salemba Raya dan meninggalkan barang bukti berupa gelas stainless steel di lokasi kejadian.
Saat ini, Andrie Yunus tengah menjalani perawatan intensif di RS Cipto Mangunkusumo (RSCM).
Tim medis menyatakan korban mengalami luka bakar serius mencapai 24 persen yang tersebar di area mata, wajah, dada, dan tangan.
Sebanyak enam dokter spesialis dikerahkan untuk menangani kondisi Andrie, termasuk rencana tindakan operasi transplantasi membran amnion guna menyelamatkan jaringan matanya yang rusak parah.
Pihak KontraS memastikan tidak ada barang berharga yang hilang, memperkuat dugaan bahwa motif penyerangan murni merupakan upaya teror dan intimidasi terhadap pembela HAM di Indonesia. (esy/jpnn)
Jangan Lewatkan Video Terbaru:
BACA ARTIKEL LAINNYA... Aktivis KontraS Disiram Air Keras, Polisi Menduga Ada 2 Pelaku
Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Mesyia Muhammad




