Program Makan Bergizi Gratis Dorong Ekonomi Daerah, Pembangunan Dapur MBG Terus Diperluas

tvonenews.com
21 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah mulai menunjukkan dampak ekonomi yang signifikan di berbagai daerah. Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga menciptakan multiplier effect bagi perekonomian lokal.

Melalui peningkatan permintaan bahan pangan seperti beras, telur, ikan, dan sayuran, program MBG ikut menggerakkan rantai pasok sektor pertanian, perikanan, serta usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Kondisi ini membuat berbagai pelaku usaha lokal mendapatkan tambahan permintaan yang cukup besar.

Selain itu, program ini juga mendorong aktivitas ekonomi di tingkat daerah karena distribusi bahan pangan dilakukan secara berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan dapur produksi MBG.

Pembangunan Dapur MBG Jadi Pusat Operasional Program

Untuk mendukung pelaksanaan program, pemerintah membangun dapur produksi yang disebut Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Dapur-dapur ini menjadi pusat operasional penyediaan makanan bergizi bagi masyarakat penerima manfaat.

Setiap unit dapur MBG diperkirakan mampu menyerap sekitar 30 hingga 50 tenaga kerja. Jika target pembangunan mencapai puluhan ribu unit di seluruh Indonesia, maka potensi penyerapan tenaga kerja bisa mencapai sekitar 1,5 juta orang.

Keberadaan dapur MBG juga memperkuat sistem distribusi makanan karena proses produksi dan penyaluran dilakukan secara terorganisasi melalui jaringan SPPG di berbagai wilayah.

UMKM dan Petani Lokal Ikut Terdorong

Program MBG turut memberikan dampak langsung terhadap sektor UMKM dan produsen pangan lokal. Ribuan pelaku usaha dilibatkan dalam rantai pasok bahan baku untuk memenuhi kebutuhan dapur MBG.

Permintaan bahan pangan dalam jumlah besar mendorong petani, peternak, dan nelayan meningkatkan kapasitas produksinya. Hal ini sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi rakyat di daerah.

Meski demikian, sebagian pihak juga menyoroti potensi pergeseran usaha bagi penyedia katering sekolah yang sebelumnya sudah beroperasi sebelum program MBG dijalankan.

Tantangan Keamanan Pangan dan Tata Kelola

Di balik dampak ekonomi yang besar, program MBG juga menghadapi sejumlah tantangan dalam pelaksanaannya. Salah satu yang menjadi sorotan adalah aspek keamanan pangan di dapur produksi.

Dari ribuan dapur yang telah beroperasi, sebagian di antaranya belum memiliki sertifikasi laik higiene sanitasi. Kondisi ini menjadi perhatian penting karena berkaitan dengan kualitas makanan yang diberikan kepada masyarakat.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Stamford Bridge Membisu! Gol Bintang Newcastle United Anthony Gordon Bungkam Chelsea yang Dominan
• 6 jam lalutvonenews.com
thumb
Bupati dan Sekda Cilacap Jadi Tersangka Pemerasan untuk THR
• 10 jam laluviva.co.id
thumb
Cara Investor Perkuat Manajemen Risiko Hadapi Gejolak Global pada Kuartal II 2026
• 17 jam lalumedcom.id
thumb
Viral Video Camat di Tana Toraja Ancam Penolak Proyek Geothermal Tak Dapat Bansos, Aktivis: Intimidasi Rakyat!
• 20 jam laluharianfajar
thumb
Pertamina tambah 2.370 MT gas Elpiji untuk Sumbar
• 9 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.